Provinsi Bali pada Januari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 5.607,42 ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 79 alat pengangkutan lainnya, ekspor dari provinsi ini pada Januari 2026 dilaporkan turun menjadi 50 ton.
Turunnya nilai ekspor ini berkontribusi terhadap penurunan cadangan devisa dan nilai ekspor total yang sebelumnya dalam tren naik lima bulan terakhir. Bank Indonesia (BI) melaporkan, volume ekspor bulanan pada Januari 2025 silam yang tercatat lebih tinggi yakni 700 ton.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Kalimantan Barat 2018 - 2024)
Bali dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 21 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya .
(Baca: Persentase Rumah Tangga Kumuh Periode 2018-2023)
Data historis 13 bulan terakhir, ekspor dari Bali dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada April 2025 sebesar 10,66 ribu ton dan terendahnya terjadi pada Januari 2026 dengan volume ekspor 50 ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Bali menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Januari 2026:
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 2,48 juta ton
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 2,48 juta ton
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 638,2 ribu ton
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 638,2 ribu ton
- SITC kode 63 barang-barang kayu dan gabus 572,58 ribu ton
- SITC kode 63 barang-barang kayu dan gabus 572,58 ribu ton
- SITC kode lain lain 434,69 ribu ton
- SITC kode lain lain 434,69 ribu ton
- SITC kode 05 buah-buahan dan sayur-sayuran 418,09 ribu ton
- SITC kode 05 buah-buahan dan sayur-sayuran 418,09 ribu ton