Provinsi Sumatera Selatan pada Februari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 5,14 juta ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 08 makanan ternak, ekspor dari provinsi ini pada Februari 2026 dilaporkan turun menjadi 7,47 juta ton.
Turunnya nilai ekspor ini melanjutkan tren kondisi lima bulan terakhir yang terus menurun. Bank Indonesia (BI) melaporkan, volume ekspor bulanan pada Februari 2025 sebelumnya yang tercatat lebih tinggi yakni 16,87 juta ton.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Kalimantan Barat 2018 - 2025)
Sumatera Selatan dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 19 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode 32 batu bara, kokas dan briket .
(Baca: Volume Ekspor Olahan Minyak dan Lemak Nabati dan Hewani Provinsi Sumatera Selatan Februari 2026)
Data historis 13 bulan terakhir, ekspor dari Sumatera Selatan dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Januari 2026 sebesar 16,87 juta ton dan terendahnya terjadi pada April 2025 dengan volume ekspor 3,28 juta ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Sumatera Selatan menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Februari 2026:
- SITC kode 32 batu bara, kokas dan briket 2,09 miliar ton
- SITC kode 32 batu bara, kokas dan briket 2,09 miliar ton
- SITC kode lain lain 231,48 juta ton
- SITC kode lain lain 231,48 juta ton
- SITC kode 23 karet mentah, sintetis dan pugaran 61,53 juta ton
- SITC kode 23 karet mentah, sintetis dan pugaran 61,53 juta ton
- SITC kode 63 barang-barang kayu dan gabus 22,93 juta ton
- SITC kode 63 barang-barang kayu dan gabus 22,93 juta ton
- SITC kode 42 minyak dan lemak nabati 8,09 juta ton
- SITC kode 42 minyak dan lemak nabati 8,09 juta ton