Indonesia membukukan impor dengan Federasi Rusia sebesar US$ 1,25 miliar data per Desember 2021. Nilai tersebut naik 30,89% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 957,88 juta.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Federasi Rusia, impor dalam 10 tahun terakhir menurun sangat tajam. Terendah impor Indonesia adalah US$ 850,61 juta dan untuk impor tertinggi di angka US$ 2,59 miliar.
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Federasi Rusia, 0,04 ribu produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Kebanyakan produk impor dari tempat ini, merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain yang jumlahnya tercatat ada 0,07 ribu produk.
Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diimpor Indonesia dari Federasi Rusia. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.
- Besi dan baja
Besi dan baja dengan kode HS 72. Impor produk ini dari Federasi Rusia berada di urutan pertama. Indonesia mengimpor senilai US$ 446,95 juta. Nilai impor Besi dan baja ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 291,6 juta.
- Pupuk
Pupuk dalam klasifikasi Trademap masuk kategori produk HS dengan kode 31. Dari negara ini, Indonesia mengimpor senilai US$ 326,13 juta.
- Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari distilasi mereka
Indonesia melakukan impor produk ini berasal dari 77 negara. Impor Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari distilasi mereka dari negara ini berada di urutan 14. Pada 2021, Indonesia tercatat melakukan impor US$ 233,44 juta. Selain negara tersebut, impor terbesar Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari distilasi mereka berasal dari Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Amerika Serikat dan Nigeria.
- Garam
Produk lainnya , Indonesia banyak mengimpor Garam dari Federasi Rusia. Nilai impor produk ini tercatat US$ 62.232 ribu. Jumlah ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 39.888 ribu. Impor Garam dari Federasi Rusia tercatat berada di urutan enam. Selain negara tersebut, impor terbesar Garam berasal dari Cina, Yordania, India, Maroko dan Thailand. Indonesia juga tercatat mengimpor produk ini dari 62 negara. .
- Aluminium dan artikelnya
Untuk produk Aluminium dan artikelnya dalam klasifikasi Trademap masuk kategori produk HS dengan kode 76. Indonesia mengimpor senilai US$ 45.891 ribu. Data Trademap memperlihatkan aktivitas dagang Indonesia mengimpor Aluminium dan artikelnya dari 64 negara. Impor Aluminium dan artikelnya dari negara ini berada di urutan 11. Lima negara lain yang menjadi sumber impor Aluminium dan artikelnya adalah Cina, Malaysia, Amerika Serikat, Korea, Republik dan Uni Emirat Arab.