Indonesia membukukan ekspor dengan Madagaskar US$ 63.561 ribu data per Desember 2022. Nilai tersebut naik 15,15% dibandingkan ekspor tahun sebelumnya yang tercatat US$ 55.197 ribu.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Madagaskar, ekspor dalam 10 tahun terakhir telah banyak berkurang. Terendah ekspor Indonesia adalah US$ 44.684 ribu dan untuk ekspor tertinggi di angka US$ 72.036 ribu.
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diekspor ke Madagaskar, 37 produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Kebanyakan produk ekspor ke tempat ini, merupakan ekspor produk yang juga banyak diekspor ke negara lain yang jumlahnya tercatat ada 43 produk.
- Sabun, agen aktif permukaan organik, persiapan cuci, persiapan pelumas, buatan..
Di urutan pertama, Indonesia banyak mengekspor Sabun, agen aktif permukaan organik, persiapan cuci, persiapan pelumas, buatan. Dalam klasifikasi tradmap, Sabun, agen aktif permukaan organik, persiapan cuci, persiapan pelumas, buatan. masuk kategori produk HS dengan kode 34.
Pada 2022, Indonesia tercatat mengekspor sebanyak US$ 15.554 ribu. Nilai ekspor Sabun, agen aktif permukaan organik, persiapan cuci, persiapan pelumas, buatan. ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 18.059 ribu.
- Lemak dan minyak hewan, sayuran atau mikroba dan produk belahannya
Di urutan kedua, ekspor Indonesia paling banyak adalah produk Lemak dan minyak hewan, sayuran atau mikroba dan produk belahannya. Nilai ekspor dari Madagaskar pada 2022 tercatat US$ 14.171 ribu. Angka ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 10.762 ribu.
- Kertas dan Paperboard
Tujuan ekspor Indonesia untuk memasarkan produk ini mencapai 160 negara. Ekspor Kertas dan Paperboard ke negara ini berada di urutan 61. Pada 2022, Indonesia tercatat melakukan ekspor senilai US$ 8.357 ribu. Selain negara tersebut, ekspor terbesar Kertas dan Paperboard dengan tujuan ke Cina, Jepang, Amerika Serikat, Malaysia dan Vietnam.
- Residu dan limbah dari industri makanan
Tujuan ekspor Indonesia untuk memasarkan produk ini mencapai 56 negara. Ekspor Residu dan limbah dari industri makanan ke negara ini berada di urutan 22. Pada 2022, Indonesia tercatat melakukan ekspor US$ 5.354 ribu. Lima negara lain yang menjadi sumber ekspor Residu dan limbah dari industri makanan adalah Cina, Belanda, Selandia Baru, Malaysia dan Korea, Republik.
- Serat stapel buatan manusia
Tujuan ekspor Indonesia untuk memasarkan produk ini mencapai 106 negara. Ekspor Serat stapel buatan manusia ke negara ini berada di urutan 45. Pada 2022, Indonesia tercatat melakukan ekspor senilai US$ 4.029 ribu. Selain negara tersebut, ekspor terbesar Serat stapel buatan manusia dengan tujuan ke Türkiye, Bangladesh, India, Pakistan dan Jepang.