Provinsi Sulawesi Tengah pada Januari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 1,78 juta ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 22 biji-bijian mengandung minyak, ekspor dari provinsi ini pada Januari 2026 dilaporkan turun menjadi 1,16 juta ton.
Turunnya nilai ekspor ini berkontribusi terhadap penurunan cadangan devisa dan nilai ekspor total yang sebelumnya dalam tren naik lima bulan terakhir. Bank Indonesia (BI) melaporkan, volume ekspor bulanan pada Januari 2025 sebelumnya yang tercatat lebih tinggi yakni 1,86 juta ton.
(Baca: Provinsi Jawa Timur Ekspor 53,24 Juta Ton Perabotan)
Sulawesi Tengah dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 20 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode lain lain .
(Baca: Volume Ekspor SITC Kode 42 Minyak dan Lemak Nabati Periode 2020-2026)
Data historis 13 bulan terakhir, ekspor dari Sulawesi Tengah dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Desember 2025 sebesar 1,86 juta ton dan terendahnya terjadi pada April 2025 dengan volume ekspor 70,32 ribu ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Sulawesi Tengah menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Januari 2026:
- SITC kode lain lain 1,08 miliar ton
- SITC kode 67 besi dan baja 981,13 juta ton
- SITC kode 27 pupuk dan mineral alam lainnya 158,5 juta ton
- SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam 90,69 juta ton
- SITC kode 42 minyak dan lemak nabati 39,93 juta ton
- SITC kode 05 buah-buahan dan sayur-sayuran 13,76 juta ton
- SITC kode 22 biji-bijian mengandung minyak 1,16 juta ton
- SITC kode 29 bahan nabati dan hewani lainnya 296,39 ribu ton
- SITC kode 24 kayu dan gabus 15,5 ribu ton
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 3.860 ton