- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan jumlah sekolah SMA di Kalimantan Timur dari tahun 2018 hingga 2024 menunjukkan tren peningkatan secara umum. Pada tahun 2024, jumlah sekolah SMA mencapai 241 unit, mengalami penambahan 4 unit dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 237 unit. Secara nasional, urutan jumlah sekolah SMA Kalimantan Timur tetap di peringkat 20 pada tahun 2024, sama dengan tahun sebelumnya. Data tahun 2025 untuk jumlah sekolah SMA masih belum tersedia.
(Baca: Statistik Pengeluaran Perumahan dan Fasilitas Rumah Tangga Kelompok Miskin Periode 2013-2025)
Dari 241 unit sekolah SMA di Kalimantan Timur tahun 2024, sebagian besar adalah sekolah negeri dengan jumlah 146 unit, mengalami peningkatan 0.7% dibanding tahun 2023 (145 unit). Sementara itu, sekolah swasta berjumlah 95 unit, naik 3.3% dari tahun sebelumnya (92 unit). Secara persentase, sekolah negeri mendominasi sebesar 60.6% dari total sekolah SMA, sedangkan sekolah swasta menyumbang 39.4%.
Jumlah penduduk usia sekolah SMA (16-18 tahun) di Kalimantan Timur pada tahun 2023 mencapai 191.440 orang, naik dibanding tahun 2020 yang sebesar 187.300 orang. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat 18 untuk jumlah penduduk usia tersebut pada tahun 2023, meningkat dari peringkat 20 pada tahun 2018. Dengan 241 sekolah SMA tahun 2024, rasio sekolah terhadap penduduk usia sekolah sekitar 1 sekolah untuk setiap 794 anak usia SMA.
(Baca: Persentase Penduduk yang Memiliki Jaminan Kesehatan BPJS Mandiri Periode 2020-2024)
Pada tahun 2024, jumlah guru SMA di Kalimantan Timur mencapai 5.582 orang, mengalami pertumbuhan 3.5% dibanding tahun 2023 (5.395 orang). Dari jumlah tersebut, guru dan kepala sekolah SMA negeri berjumlah 4.427 orang (naik 3.2% dari tahun sebelumnya), sedangkan yang bekerja di swasta berjumlah 1.155 orang (naik 4.5%). Guru negeri masih menjadi mayoritas, dengan proporsi sekitar 79.3% dari total guru SMA.
Data pendukung juga menunjukkan Angka Partisipasi Murni (APM) SMA Kalimantan Timur tahun 2025 mencapai 73%, naik 2.2% dibanding tahun sebelumnya (72%). Peningkatan jumlah sekolah, guru, dan APM menunjukkan upaya peningkatan akses pendidikan SMA di provinsi ini terus berlanjut.