Hasil Survei: Mayoritas Masyarakat Menilai Pilkada 2020 Perlu Ditunda

1
Yosepha Pusparisa 03/06/2020 08:34 WIB
Image Loader
Memuat...
Penilaian terhadap Pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 akan tetap dilaksanakan. Keputusan tersebut rencananya akan dieksekusi pada 9 Desember mendatang.

Namun, hasil survei “Pandangan Masyarakat tentang Kebijakan Penanganan Covid-19”, menunjukkan lebih dari setengah responden menilai waktu pemungutan suara Pilkada 2020 perlu diundur. Sebanyak 51,2% dari 1.200 responden menilai Pilkada pada akhir tahun ini tak tepat, sebab masih dalam situasi pandemi. Hanya 29,5% responden yang menganggap Pilkada tepat dilaksanakan pada 9 Desember 2020 dalam survei Roda Tiga Konsultan.

(Baca: 270 Daerah dalam Pilkada Serentak 2020)

Keputusan KPU terhadap penyelenggaran Pilkada 2020 menuai kritik. Sebab kesehatan penyelenggara, peserta, dan pemilih menjadi taruhan di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, tumbuhnya risiko politisasi anggaran dan bantuan sosial Covid-19 oleh calon kepala daerah, seperti dilansir dari Kompas.com.

Data Stories Terkini
Databoks Premium
Databoks Premium

Data Pasar

Macro update by
25 September 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Agu) 3,19% +0.31
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.942 +0.24
PDB ADHK (Q2) 3.576,20 +3.73
Neraca perdagangan (Jul) 121,90 -127.06
Ekspor Migas (Jul) 787,60 -26.07
Impor Migas (Jul) 3,77 -17.33
Ekspor (Jul) 26,22 +2.98
Impor (Jul) 26,09 +0.72
Kunjungan Wisman (Jul) 1,53 +9.99
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...