Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kota Blitar pada tahun 2025 mencapai 52671 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 31,1 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya tercatat 40189 Rupiah per kapita per bulan. Kenaikan ini menjadi peningkatan tertinggi yang tercatat sepanjang rangkaian data tahun 2018 sampai 2025 untuk wilayah ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kep. Riau 2025)
Sepanjang delapan tahun pengamatan, catatan pengeluaran perawatan kulit Kota Blitar mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2020 tercatat penurunan sebesar 10,4 persen, kemudian naik kembali pada tahun 2021. Tahun 2022 menjadi periode pengeluaran tertinggi sebelum tahun 2025, dengan nilai 52898 Rupiah. Tahun 2024 mencatat penurunan paling dalam yaitu sebesar 23,7 persen sebelum kembali naik tajam pada tahun terakhir.
Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas, pengeluaran perawatan kulit ini menyumbang sekitar 16,6 persen dari total pengeluaran bulanan masyarakat untuk kategori kecantikan. Nilai ini juga setara dengan 16,5 persen pengeluaran untuk sabun mandi, serta 16,4 persen dari pengeluaran bulanan untuk rokok dan tembakau per kapita. Untuk kategori pengeluaran umum, nilai perawatan kulit hanya menyumbang 16,5 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa bulanan.
Pada skala provinsi Jawa Timur, Kota Blitar menempati urutan ke 19 dari 38 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2025. Posisi ini berada tepat di bawah Kabupaten Ngawi dan di atas Kabupaten Malang. Lima wilayah dengan pengeluaran perawatan kulit tertinggi di provinsi ini secara berurutan adalah Kota Surabaya, Kota Madiun, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik dan Kota Malang. Kota Surabaya mencatat pengeluaran tertinggi sebesar 151993 Rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan tahunan mencapai 47,8 persen.
Data historis menunjukkan rata-rata pengeluaran perawatan kulit Kota Blitar selama lima tahun terakhir berada pada angka 49379 Rupiah per kapita per bulan. Nilai tahun 2025 berada sedikit di atas rata-rata lima tahun tersebut. Sementara rata-rata tiga tahun terakhir tercatat sebesar 48517 Rupiah, sehingga nilai tahun 2025 juga menunjukkan posisi lebih tinggi dibandingkan rata-rata tiga tahun.
Kota Surabaya
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kota Jambi 2025: Penurunan Jadi Rp2,09 Juta per Bulan)
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Surabaya secara konsisten menempati urutan pertama seluruh kabupaten kota di Jawa Timur untuk seluruh kategori pengeluaran rumah tangga. Pada tahun 2025, total pengeluaran per kapita gabungan makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 3116316 Rupiah per bulan, tumbuh 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan saja mencapai 1902278 Rupiah per bulan, dengan pertumbuhan 12,2 persen tahunan. Selisih nilai total pengeluaran ini hampir 2,1 kali lipat dibandingkan nilai total pengeluaran Kota Blitar pada periode yang sama.
Kota Malang
Kota Malang menempati urutan kedua di Jawa Timur untuk total pengeluaran per kapita bulanan tahun 2025. Wilayah ini mencatat total pengeluaran gabungan sebesar 2180013 Rupiah per kapita per bulan, mengalami sedikit penurunan sebesar 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran kategori makanan di Kota Malang tercatat 828280 Rupiah per bulan, tumbuh 3 persen tahunan, sementara pengeluaran bukan makanan justru turun 3,2 persen menjadi 1351733 Rupiah per bulan.
Kota Batu
Kota Batu menempati urutan ketiga se-Jawa Timur untuk total pengeluaran rumah tangga per kapita tahun 2025. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 13,4 persen menjadi 2167867 Rupiah per kapita per bulan. Pengeluaran bukan makanan di Kota Batu tumbuh sangat signifikan sebesar 21,1 persen menjadi 1316070 Rupiah per bulan, menjadikan wilayah ini salah satu daerah dengan pertumbuhan konsumsi non makanan tercepat di provinsi. Pengeluaran kategori makanan tumbuh 3,3 persen menjadi 851798 Rupiah per bulan.
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo menempati urutan keempat di Jawa Timur untuk total pengeluaran per kapita tahun 2025 dengan nilai total 2075819 Rupiah per bulan. Wilayah ini mencatat sedikit penurunan total pengeluaran sebesar 2,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan turun 1,5 persen menjadi 929725 Rupiah per bulan, sementara pengeluaran bukan makanan juga turun 3,7 persen menjadi 1146094 Rupiah per kapita per bulan. Meskipun mengalami penurunan, nilai pengeluaran wilayah ini masih tetap 1,4 kali lebih tinggi dibandingkan nilai total pengeluaran Kota Blitar.