Pengeluaran untuk perawatan kulit di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pengeluaran mencapai Rp42.665 per kapita per bulan. Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 22,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini mengindikasikan adanya perhatian yang meningkat dari masyarakat terhadap perawatan diri.
Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa sebesar Rp187.139, pengeluaran untuk perawatan kulit masih tergolong kecil. Namun, jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk kecantikan secara umum sebesar Rp18.798, pengeluaran untuk perawatan kulit menunjukkan porsi yang cukup besar dalam kategori tersebut. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Musi Rawas memberikan prioritas khusus pada produk dan layanan perawatan kulit.
(Baca: Harga Minyak Goreng Kemasan Bermerk 2 di Pasar Modern Periode Januari 2025-2026)
Secara historis, pengeluaran untuk perawatan kulit di Kabupaten Musi Rawas mengalami fluktuasi. Setelah mengalami sedikit kenaikan dari Rp25.884 pada 2018 menjadi Rp25.983 pada 2019, terjadi penurunan sebesar 4,1% pada 2020 menjadi Rp24.912. Namun, sejak 2021, pengeluaran ini terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan tertinggi terjadi pada 2021, yaitu sebesar 38%, yang kemudian diikuti dengan kenaikan 4,7% pada 2022, penurunan tipis 3,4% pada 2023, dan kenaikan signifikan 22,7% pada tahun terakhir.
Pada tahun terakhir, Kabupaten Musi Rawas berada di peringkat ke-7 dalam hal pengeluaran untuk perawatan kulit di antara kabupaten/kota se-Provinsi Sumatera Selatan, dan peringkat ke-373 secara nasional. Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan, Kota Palembang mencatat pengeluaran tertinggi untuk perawatan kulit pada 2024, yaitu Rp80.175, dengan pertumbuhan 24.9%. Kota Lubuk Linggau berada di urutan kedua dengan Rp47.719, dan Kota Prabumulih di urutan ketiga dengan Rp46.496. Kabupaten Muara Enim mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu 68% dengan nilai Rp45.978.
Berdasarkan data historis, Kota Palembang mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp861.308 pada 2024, mengalami pertumbuhan 10.5% dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Musi Banyuasin mencatatkan Rp629.974 dengan pertumbuhan tertinggi yaitu 23.5%. Kota Prabumulih berada di urutan ketiga dengan Rp626.343 dan pertumbuhan 7.5%. Kabupaten Muara Enim mencatatkan pertumbuhan tertinggi kedua yaitu 29% dengan nilai Rp576.717.
(Baca: Luas Wilayah Periode 2013-2023)
Kota Palembang
Kota Palembang menunjukkan performa ekonomi yang kuat dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp861.308 pada 2024, meningkat 10.5% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran ini menempatkan Palembang pada peringkat pertama di antara kabupaten/kota di Sumatera Selatan, menunjukkan daya beli masyarakat yang tinggi. Tingginya angka ini mencerminkan bahwa masyarakat kota tersebut memiliki kemampuan lebih dalam memenuhi kebutuhan non-primer, termasuk hiburan, pendidikan, dan gaya hidup. Peningkatan ini juga bisa menjadi indikator dari stabilitas ekonomi dan peningkatan pendapatan per kapita di Kota Palembang.
Kabupaten Musi Banyuasin
Kabupaten Musi Banyuasin mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp629.974 pada 2024, meningkat signifikan sebesar 23.5% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi di antara kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan. Peningkatan ini mencerminkan adanya perubahan positif dalam kemampuan ekonomi masyarakat Musi Banyuasin dalam memenuhi kebutuhan non-makanan. Peningkatan yang cukup tinggi ini dapat dikaitkan dengan berbagai faktor, termasuk peningkatan lapangan kerja, investasi di sektor non-primer, dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengeluaran di luar kebutuhan dasar.
Kota Prabumulih
Kota Prabumulih menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp626.343 pada 2024, dengan pertumbuhan 7.5% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan Prabumulih di posisi ketiga di antara kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Meskipun pertumbuhan tidak setinggi Musi Banyuasin, Prabumulih tetap menunjukkan tren positif dalam pengeluaran non-makanan. Pertumbuhan ini mencerminkan bahwa masyarakat kota tersebut memiliki kemampuan yang stabil dalam memenuhi kebutuhan di luar makanan. Prabumulih memiliki performa ekonomi yang baik di tengah kondisi persaingan kabupaten kota lain.
Kabupaten Muara Enim
Kabupaten Muara Enim mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp576.717 pada 2024, mengalami pertumbuhan yang signifikan yaitu 29% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan adanya perbaikan ekonomi dan peningkatan daya beli masyarakat. Pertumbuhan signifikan ini dapat diindikasikan dengan adanya peningkatan lapangan kerja, investasi di sektor non-primer, dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengeluaran di luar kebutuhan dasar.