Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di kabupaten puncak, provinsi papua tengah, tahun 2024 sebesar 36830 rupiah per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 35.4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih pengeluaran turun 20182.3 rupiah dari tahun 2023 yang bernilai 57012.06 rupiah per kapita per bulan. Data pendukung menunjukkan pengeluaran tertinggi dalam kategori sub-barang dan jasa ini adalah untuk makanan jadi sebesar 64734 rupiah per kapita per bulan, sedangkan yang terendah adalah untuk kecantikan sebesar 10639 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Harga Aluminium Naik Menjadi US$3.102 per Ton per Selasa, 24 Februari 2026)
Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di kabupaten puncak tahun 2024 menyumbang sekitar 3.46 persen dari total pengeluaran masyarakat per kapita sebulan (1065205 rupiah). Dibandingkan pengeluaran untuk makanan (786284 rupiah per kapita per bulan), aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 4.68 persen, sedangkan dibandingkan pengeluaran untuk bukan makanan (278921 rupiah per kapita per bulan), kategori ini menyumbang sekitar 13.2 persen. Angka ini menunjukkan bahwa pengeluaran untuk aneka barang dan jasa masih menjadi bagian kecil dari total pengeluaran masyarakat di wilayah ini.
Sejak tahun 2018, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di kabupaten puncak mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Tahun 2018, pengeluaran berada di level 28047 rupiah per kapita per bulan, lalu naik sebesar 26.6 persen menjadi 35514 rupiah pada tahun 2019. Tahun 2020, terjadi penurunan sebesar 29.5 persen menjadi 25051 rupiah, sebelum naik drastis sebesar 93.9 persen menjadi 48571 rupiah pada tahun 2021. Tahun 2022, pengeluaran mencapai titik tertinggi sebesar 72646 rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 49.6 persen, sebelum mengalami penurunan berturut-turut pada tahun 2023 (21.5 persen) dan 2024 (35.4 persen).
Di tingkat provinsi papua tengah, kabupaten puncak berada di peringkat ke-8 untuk pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024. Dibandingkan wilayah lain di provinsi, lima kabupaten dengan pengeluaran tertinggi adalah kabupaten mimika (peringkat 1, 533260 rupiah per kapita per bulan, penurunan 15.4 persen dari tahun 2023), kabupaten puncak jaya (peringkat 2, 529794 rupiah per kapita per bulan, kenaikan 15.4 persen), kabupaten intan jaya (peringkat3,321647 rupiah per kapita per bulan, penurunan9.2 persen), kabupaten nabire (peringkat4,296826 rupiah per kapita per bulan, penurunan5.3 persen), dan kabupaten paniai (peringkat5,258497 rupiah per kapita per bulan, kenaikan67.3 persen). Di pulau papua, kabupaten puncak berada di peringkat ke-39, dan se-indonesia di peringkat ke-511.
Kabupaten Puncak Jaya
(Baca: Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) di Jawa Timur | 2024)
Kabupaten puncak jaya menduduki peringkat pertama seprovinsi papua tengah untuk total pengeluaran per kapita sebulan tahun 2024, dengan nilai sebesar 2808386 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar7.6 persen dari tahun 2023 yang bernilai3040167 rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan di wilayah ini tahun 2024 sebesar919773 rupiah, mengalami penurunan21.7 persen dari tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar1888613 rupiah, mengalami kenaikan5.1 persen dari tahun 2023. Peringkat ini konsisten dengan tahun sebelumnya, di mana kabupaten puncak jaya juga menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi di provinsi.
Kabupaten Mimika
Kabupaten mimika berada di peringkat kedua seprovinsi papua tengah untuk total pengeluaran per kapita sebulan tahun 2024, dengan nilai sebesar1735786 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar21.9 persen dari tahun 2023 yang bernilai2222861 rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan di wilayah ini tahun2024 sebesar850183 rupiah, mengalami kenaikan12.7 persen dari tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar885603 rupiah, mengalami kenaikan16.4 persen dari tahun2023. Peringkat ini tidak berubah dari tahun sebelumnya, di mana kabupaten mimika tetap berada di posisi kedua setelah kabupaten puncak jaya.
Kabupaten Nabire
Kabupaten nabire menduduki peringkat ketiga seprovinsi papua tengah untuk total pengeluaran per kapita sebulan tahun2024, dengan nilai sebesar1636282 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar9.7 persen dari tahun2023 yang bernilai1812011 rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan di wilayah ini tahun2024 sebesar840637 rupiah, mengalami kenaikan23.8 persen dari tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar795645 rupiah, mengalami kenaikan8.1 persen dari tahun2023. Peringkat ini konsisten dengan tahun sebelumnya, di mana kabupaten nabire tetap berada di posisi ketiga seprovinsi.
Kabupaten Intan Jaya
Kabupaten intan jaya berada di peringkat keempat seprovinsi papua tengah untuk total pengeluaran per kapita sebulan tahun2024, dengan nilai sebesar1374300 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar42.4 persen dari tahun2023 yang bernilai2385703 rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan di wilayah ini tahun2024 sebesar412490 rupiah, mengalami kenaikan61.2 persen dari tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar961810 rupiah, mengalami kenaikan61 persen dari tahun2023. Meskipun total pengeluaran turun drastis, pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.