- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data terbaru PDB Paritas Daya Beli Republik Afrika Tengah tahun 2024 sebesar 247,32 unit. Catatan ini mengakhiri periode kontraksi berkelanjutan yang berlangsung selama 6 tahun berturut-turut sejak 2018. Kontraksi yang dimaksud adalah penurunan nilai indikator ekonomi secara konsisten setiap tahun, dimana pada periode 2018 hingga 2023 nilai indikator ini selalu mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
(Baca: Update 2025: Jumlah Kabupaten di Indonesia di Jawa Timur)
Tiga tahun terakhir yakni 2022, 2023 dan 2024 menunjukkan rata-rata nilai PDB PPP sebesar 241,58 unit. Nilai tahun 2024 lebih tinggi 2,38% dibanding rata-rata tiga tahun terakhir, namun masih 6,11% lebih rendah dibanding rata-rata lima tahun terakhir periode 2020 hingga 2024. Ini berarti performa tiga tahun terakhir masih lebih buruk dibanding tren lima tahun secara keseluruhan.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Republik Afrika Tengah terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Dalam 10 tahun terakhir sejak 2015, nilai tertinggi PDB PPP Republik Afrika Tengah tercatat pada tahun 2017 sebesar 284,03 unit. Sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2023 sebesar 237,23 unit. Anomali penurunan terparah terjadi tahun 2020 dengan kontraksi tahunan turun 6,51%, yang menjadi penurunan tahunan paling dalam dalam seluruh periode pengamatan 10 tahun.
Peringkat regional PDB PPP Republik Afrika Tengah untuk tahun 2024 berada di posisi 11 dari seluruh negara Afrika yang dicatat. Peringkat ini turun 2 tingkat dibanding tahun 2023 yang berada di posisi 9. Selama 10 tahun terakhir, peringkat negara ini paling baik berada di posisi 8 pada tahun 2016 dan 2017.
(Baca: Pengeluaran per Kapita DI Yogyakarta 2025: Kenaikan Jadi Rp1,84 Juta per Bulan)
Dibandingkan seluruh negara Afrika lainnya, pertumbuhan PDB PPP Republik Afrika Tengah tahun 2024 sebesar 4,25% menempatkan negara ini di atas 31 negara lain di kawasan. Hanya terdapat 18 negara di Afrika yang mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi pada tahun yang sama. Negara dengan pertumbuhan terburuk tiga tahun terakhir yakni Libya memiliki rata-rata pertumbuhan negatif -5,29%, masih jauh lebih buruk dibanding Republik Afrika Tengah.
IMF juga merilis proyeksi PDB PPP Republik Afrika Tengah hingga tahun 2030. Selama periode proyeksi, nilai indikator ini diprediksi akan terus naik hingga mencapai 283,35 unit pada tahun 2030. Pertumbuhan tertinggi pada periode proyeksi diprediksi terjadi tahun 2027 sebesar 5,63%, sebelum memasuki periode pertumbuhan melambat dibawah 1,2% setiap tahunnya.
Apabila proyeksi berjalan sesuai perkiraan, Republik Afrika Tengah baru akan kembali menembus nilai tertinggi sejarahnya tahun 2017 pada akhir tahun 2027. Artinya dibutuhkan waktu 10 tahun penuh bagi negara ini untuk memulihkan nilai daya beli ekonomi yang hilang akibat kontraksi periode 2018-2023. Tidak ada indikasi penurunan kembali setidaknya hingga 5 tahun ke depan menurut data proyeksi yang ada.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.864 | +0.19 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |