Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Karawang pada tahun 2024 mencapai 73158 Rupiah. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 4,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pengeluarannya sebesar 70200,52 Rupiah. Selisih pengeluaran perawatan kulit dengan tahun sebelumnya mencapai 2957,2 Rupiah. Informasi ini diolah dari data Susenas yang diterbitkan oleh BPS.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin Periode 2013-2025)
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kabupaten Karawang mencapai 313746 Rupiah, sehingga pengeluaran perawatan kulit menyumbang sekitar 23,3 persen dari total tersebut. Pengeluaran untuk perawatan kulit juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan yang sebesar 43113 Rupiah, namun lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk sabun mandi yang sebesar 79152 Rupiah.
Dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Karawang menunjukkan fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, pengeluarannya sebesar 46700 Rupiah, kemudian sedikit naik menjadi 47333 Rupiah pada tahun 2019. Tahun 2020, pengeluaran sedikit turun menjadi 46140 Rupiah, sebelum kembali naik menjadi 47798 Rupiah pada tahun 2021. Kenaikan paling signifikan terjadi pada tahun 2022, di mana pengeluaran melonjak menjadi 70197 Rupiah dengan pertumbuhan sebesar 46,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2023, pengeluaran hampir stagnan dengan pertumbuhan hanya 0 persen, sebelum kembali naik sebesar 4,2 persen pada tahun 2024.
Di pulau Jawa, Kabupaten Karawang menempati peringkat ke-36 berdasarkan pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Di tingkat provinsi Jawa Barat, Kabupaten Karawang berada di peringkat ke-10, di bawah Kota Tasikmalaya yang berada di peringkat ke-9 dan di atas Kabupaten Indramayu yang berada di peringkat ke-11. Secara nasional, Kabupaten Karawang menempati peringkat ke-129 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat memiliki pengeluaran perawatan kulit yang lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Karawang pada tahun 2024. Kota Bekasi berada di peringkat ke-1 dengan pengeluaran sebesar 188344 Rupiah dan pertumbuhan sebesar 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Depok berada di peringkat ke-2 dengan pengeluaran 140716 Rupiah, meskipun mengalami penurunan sebesar 11,4 persen. Kota Bogor berada di peringkat ke-3 dengan pengeluaran 133919 Rupiah dan penurunan 17,7 persen. Kota Bandung berada di peringkat ke-4 dengan pengeluaran 125413 Rupiah dan pertumbuhan 16 persen. Kota Cimahi berada di peringkat ke-5 dengan pengeluaran 101905 Rupiah dan penurunan 17,8 persen.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau di Kab. Mamasa 2018 - 2024)
Kota Bekasi
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Bekasi pada tahun 2024 mencapai 1908316 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 22,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini membuat Kota Bekasi berada di peringkat ke-1 di provinsi Jawa Barat untuk kategori ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Bekasi mencapai 3132705 Rupiah, dengan pertumbuhan 9,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, juga berada di peringkat ke-1 di Jawa Barat. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Bekasi mencapai 1224388 Rupiah, dengan pertumbuhan 21,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, tetap berada di peringkat ke-1 di provinsi. Pengeluaran perawatan kulit Kota Bekasi tahun 2024 sebesar 188344 Rupiah, jauh lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Karawang, menunjukkan bahwa masyarakat Kota Bekasi mengalokasikan lebih banyak dana untuk perawatan kulit.
Kota Depok
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Depok pada tahun 2024 mencapai 1674594 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 12,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, berada di peringkat ke-2 di Jawa Barat. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Depok mencapai 2823253 Rupiah, dengan pertumbuhan 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, juga berada di peringkat ke-2 di provinsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Depok mencapai 1148659 Rupiah, dengan pertumbuhan 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, berada di peringkat ke-2 di Jawa Barat. Pengeluaran perawatan kulit Kota Depok tahun 2024 sebesar 140716 Rupiah, meskipun mengalami penurunan sebesar 11,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, masih lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Karawang.
Kota Bandung
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Bandung pada tahun 2024 mencapai 1382176 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 12,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, berada di peringkat ke-4 di Jawa Barat. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Bandung mencapai 2378240 Rupiah, dengan penurunan 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya, berada di peringkat ke-4 di provinsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Bandung mencapai 996064 Rupiah, dengan pertumbuhan 17,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, berada di peringkat ke-3 di Jawa Barat. Pengeluaran perawatan kulit Kota Bandung tahun 2024 sebesar 125413 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Karawang.
Kabupaten Bekasi
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Bekasi pada tahun 2024 mencapai 967482 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, berada di peringkat ke-6 di Jawa Barat. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Bekasi mencapai 1898978 Rupiah, dengan penurunan 4,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, berada di peringkat ke-6 di provinsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Bekasi mencapai 931496 Rupiah, dengan pertumbuhan 13,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, berada di peringkat ke-4 di Jawa Barat. Pengeluaran perawatan kulit Kabupaten Bekasi tahun 2024 sebesar 84439 Rupiah, meskipun mengalami penurunan sebesar 6,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, masih lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Karawang.