Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Solok Selatan pada tahun 2025 mencapai 209010 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 2 persen dibandingkan tahun 2024. Sepanjang periode 2018 sampai 2025, catatan pengeluaran tertinggi kategori ini terjadi pada tahun 2025.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sumatera Selatan 2025)
Sepanjang delapan tahun data tercatat, terjadi fluktuasi pergerakan nilai pengeluaran. Pada tahun 2020 terjadi kenaikan sebesar 17,2 persen yang merupakan kenaikan tertinggi selama periode data. Setelah tahun tersebut, pengeluaran mengalami penurunan dua tahun berturut-turut pada tahun 2021 dan 2022, sebelum kembali naik secara konsisten mulai tahun 2023.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi ini menyumbang sekitar 13,3 persen dari total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Kabupaten Solok Selatan yang pada tahun 2025 tercatat sebesar 1569266 rupiah. Jika dibandingkan dengan kategori pengeluaran lain, nilai ini lebih besar dari pengeluaran untuk kecantikan dan perawatan pribadi, namun masih berada di bawah pengeluaran untuk rokok dan tembakau masyarakat setempat.
Berdasarkan perbandingan antar wilayah di Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Solok Selatan menempati urutan ke 14 dari total 19 kabupaten dan kota yang ada. Secara nasional, wilayah ini berada pada peringkat 221 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025. Lima wilayah dengan pengeluaran tertinggi di provinsi ini berturut-turut adalah Kota Pariaman, Kota Bukit Tinggi, Kota Padang, Kota Payakumbuh dan Kota Solok.
Kota Pariaman
Kota Pariaman tercatat memiliki pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi di Sumatera Barat pada tahun 2025 dengan nilai mencapai 401347 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini juga mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 19,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mengalahkan seluruh wilayah lain di provinsi yang sama. Peringkat Kota Pariaman tetap berada di urutan pertama sejak dua tahun terakhir, tanpa mengalami pergeseran posisi dibandingkan periode sebelumnya.
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Tulang Bawang Rp.72,99 Juta Data per 2025)
Kota Bukit Tinggi
Pada urutan kedua terdapat Kota Bukit Tinggi dengan nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 354168 rupiah per kapita per bulan tahun 2025. Wilayah wisata ini hanya mengalami kenaikan sedikit sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun 2024. Meskipun pertumbuhan tergolong kecil, Kota Bukit Tinggi tetap berhasil mempertahankan posisi peringkat kedua di lingkup Provinsi Sumatera Barat untuk kategori pengeluaran ini.
Kota Padang
Sebagai ibukota provinsi, Kota Padang mencatatkan nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 349915 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat Kota Padang tetap stabil di urutan ketiga, dengan selisih nilai yang sangat kecil dibandingkan Kota Bukit Tinggi yang berada satu peringkat di atasnya.
Kabupaten Kepulauan Mentawai
Kabupaten Kepulauan Mentawai tercatat menjadi wilayah dengan pengeluaran makanan dan minuman jadi terendah di Sumatera Barat pada tahun 2025 dengan nilai hanya 102598 rupiah per kapita per bulan. Wilayah kepulauan ini bahkan mengalami penurunan sebesar 22,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang merupakan penurunan terbesar di seluruh wilayah provinsi. Peringkat wilayah ini tetap berada di urutan paling bawah selama tiga tahun berturut-turut.
Rata-rata pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi Kabupaten Solok Selatan selama lima tahun terakhir tercatat sebesar 4,2 persen per tahun. Angka ini berada di bawah rata-rata pertumbuhan provinsi yang mencapai 5,1 persen untuk periode yang sama. Sepanjang tiga tahun terakhir, pertumbuhan wilayah ini menunjukkan pola yang semakin melambat, dari 29 persen pada tahun 2023, kemudian turun menjadi 2,5 persen pada tahun 2024 dan 2 persen pada tahun 2025.