Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Solok Selatan mencapai 209010 Rupiah pada tahun 2025. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 2 persen dibandingkan tahun 2024, dengan selisih penambahan sebesar 4145,6 Rupiah per orang setiap bulannya. Sepanjang tahun 2018 hingga 2025, catatan pengeluaran kategori ini menunjukkan pergerakan naik turun dengan dua kali terjadi penurunan pada periode 2021 dan 2022.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Gorontalo 2025)
Pada tahun 2025, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menyumbang 13,3 persen dari total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Solok Selatan yang tercatat sebesar 1569266 Rupiah. Jika dibandingkan dengan kategori pengeluaran lain, nilai ini berada di bawah pengeluaran rokok dan tembakau sebesar 157913 Rupiah, serta masih di atas pengeluaran untuk sabun mandi per kapita setiap bulannya.
Sepanjang delapan tahun data tercatat, kenaikan tertinggi pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini terjadi pada tahun 2023 dengan persentase kenaikan sebesar 29 persen dari tahun sebelumnya. Sementara penurunan terbesar terjadi pada tahun 2022, yaitu sebesar 7,3 persen dibandingkan catatan tahun 2021. Setelah kenaikan besar pada tahun 2023, pertumbuhan kategori ini melambat menjadi hanya sedikit naik sebanyak 2,5 persen pada 2024 dan 2 persen pada 2025.
Berdasarkan perbandingan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Solok Selatan menempati urutan ke 14 untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025. Posisi ini berada tepat di atas Kabupaten Pesisir Selatan dan di bawah Kabupaten Pasaman Barat. Lima wilayah dengan pengeluaran tertinggi kategori ini di provinsi ini berturut-turut adalah Kota Pariaman, Kota Bukit Tinggi, Kota Padang, Kota Payakumbuh dan Kota Solok.
Perbandingan Pengeluaran Antar Wilayah Sumatera Barat
Kota Pariaman mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi se-Sumatera Barat pada tahun 2025 dengan nilai 401347 Rupiah per kapita per bulan, sekaligus mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 19,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Wilayah ini juga secara konsisten menempati urutan teratas sejak tiga tahun terakhir, tanpa pergeseran posisi ranking dibandingkan catatan tahun sebelumnya. Berbeda dengan Kota Padang Panjang yang mengalami penurunan sebesar 18,4 persen pada kategori yang sama, menjadikan wilayah ini salah satu wilayah dengan pertumbuhan negatif terbesar pada tahun 2025.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Pringsewu 2025: Lonjakan Jadi Rp1,2 Juta per Bulan)
Profil Pengeluaran Total Masyarakat
Badan Pusat Statistik juga mencatat total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Kabupaten Solok Selatan untuk seluruh kategori makanan dan bukan makanan mencapai 1569266 Rupiah pada tahun 2025. Nilai ini menempatkan Kabupaten Solok Selatan pada urutan ke 10 dari 19 wilayah di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat. Secara pertumbuhan, nilai total pengeluaran ini mengalami penurunan sedikit sebesar 3,9 persen dibandingkan catatan tahun sebelumnya.
Pola Pengeluaran Non Makanan
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Solok Selatan mencatatkan nilai 695283 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Nilai ini menempati urutan ke 10 secara provinsi, dengan catatan pertumbuhan sebesar minus 10,9 persen dibandingkan tahun 2024. Dibandingkan dengan Kota Padang yang tercatat pengeluaran bukan makanan sebesar 1303286 Rupiah, nilai pengeluaran Kabupaten Solok Selatan hanya mencapai 53 persen dari nilai pengeluaran wilayah teratas provinsi ini.
Perkembangan Lima Tahun Terakhir
Rata-rata pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi Kabupaten Solok Selatan selama lima tahun terakhir tercatat sebesar 6 persen setiap tahunnya. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir yang mencapai 11,1 persen. Hal ini menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan pengeluaran kategori ini sejak tahun 2023 hingga 2025, setelah sebelumnya terjadi lonjakan pada tahun 2023 yang menjadi titik kenaikan tertinggi sepanjang periode data yang tercatat.