Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Pulau Morotai pada tahun 2025 mencapai 59968 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 16,3 persen dibandingkan tahun 2024. Sepanjang periode pencatatan 2018 hingga 2025, terjadi pergerakan nilai pengeluaran yang naik selama enam tahun berturut-turut sebelum akhirnya turun selama dua tahun terakhir secara berurutan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Barat 2025)
Sepanjang delapan tahun data yang tercatat, pengeluaran tertinggi untuk perawatan kulit di wilayah ini terjadi pada tahun 2023 dengan nilai 98716 Rupiah per kapita per bulan. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2022 dengan peningkatan 49,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah mencapai nilai tertinggi tersebut, pengeluaran turun sebesar 27,5 persen pada tahun 2024, lalu turun kembali sebesar 16,3 persen pada tahun 2025.
Pengeluaran untuk perawatan kulit di Kabupaten Pulau Morotai menyumbang sekitar 31,7 persen dari total pengeluaran kecantikan per kapita, dan sekitar 4,77 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa bulanan masyarakat. Nilai pengeluaran ini juga lebih rendah dibandingkan pengeluaran rata-rata bulanan untuk sabun mandi, rokok dan tembakau serta makanan jadi yang tercatat pada periode yang sama.
Berdasarkan perbandingan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Pulau Morotai menempati urutan ke 8 untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2025. Terdapat tujuh wilayah di provinsi yang memiliki nilai pengeluaran lebih tinggi, diantaranya Kota Tidore Kepulauan dengan nilai 119294 Rupiah, Kabupaten Halmahera Tengah 109070 Rupiah, Kota Ternate 108294 Rupiah, Kabupaten Halmahera Timur 98275 Rupiah dan Kabupaten Halmahera Utara 81762 Rupiah.
Secara nasional, Kabupaten Pulau Morotai menempati peringkat 216 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk kategori pengeluaran perawatan kulit. Sedangkan untuk peringkat seluruh wilayah di kawasan pulau Maluku, wilayah ini berada di urutan ke 17. Peringkat ini tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi yang tercatat pada tahun sebelumnya.
Kota Ternate
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Kalimantan Utara Maret 2026: Naik Jadi Rp.884,97 Ribu per Kapita/Bulan)
Kota Ternate mencatat pengeluaran total per kapita per bulan gabungan makanan dan bukan makanan sebesar 2.369.896 Rupiah pada tahun 2025, menjadikannya wilayah dengan pengeluaran per kapita tertinggi di seluruh Provinsi Maluku Utara. Walaupun demikian, nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran perawatan kulit, Kota Ternate menempati urutan ketiga seprovinsi dengan nilai 108294 Rupiah, dan mengalami penurunan sedikit sebesar 7,4 persen dibandingkan tahun 2024.
Kota Tidore Kepulauan
Kota Tidore Kepulauan mencatat pertumbuhan pengeluaran per kapita bukan makanan sebesar 23,2 persen pada tahun 2025, menjadi pertumbuhan tertinggi di seluruh kabupaten dan kota Maluku Utara. Wilayah ini juga menjadi pemimpin tertinggi untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2025 dengan nilai 119294 Rupiah, setelah mengalami kenaikan sebesar 92,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Tidore Kepulauan saat ini menempati urutan ketiga untuk total pengeluaran per kapita seluruh kategori di provinsi.
Kabupaten Halmahera Tengah
Kabupaten Halmahera Tengah menempati urutan kedua di Provinsi Maluku Utara untuk total pengeluaran per kapita gabungan makanan dan bukan makanan dengan nilai 2.216.767 Rupiah per bulan pada tahun 2025. Wilayah ini juga menempati urutan kedua untuk kategori pengeluaran perawatan kulit dengan nilai 109070 Rupiah, setelah mengalami kenaikan sebesar 38,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran makanan, kabupaten ini bahkan menempati urutan pertama di seluruh provinsi.
Kabupaten Halmahera Timur
Kabupaten Halmahera Timur mencatat total pengeluaran per kapita sebesar 1.700.451 Rupiah per bulan pada tahun 2025, menempati urutan keempat di seluruh Provinsi Maluku Utara. Untuk kategori pengeluaran perawatan kulit, wilayah ini menempati urutan keempat dengan nilai 98275 Rupiah, namun mengalami penurunan sebesar 18,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kategori pengeluaran makanan di kabupaten ini juga menempati urutan ketiga seprovinsi.