Pengeluaran untuk perawatan kulit di Kota Batam mencatatkan angka Rp 148.428 per kapita per bulan pada tahun 2024, informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 43,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi dibandingkan pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan pengeluaran total per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa yang mencapai Rp 484.476, pengeluaran untuk perawatan kulit mengambil porsi sekitar 30,6%. Sementara itu, jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk makanan jadi sebesar Rp 366.430, porsi pengeluaran perawatan kulit mencapai 40,5%. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat Kota Batam memberikan perhatian yang besar terhadap perawatan kulit.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi di Kab. Minahasa Utara 2018 - 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk perawatan kulit di Kota Batam menunjukkan fluktuasi. Pada tahun 2019, terjadi penurunan sebesar 9,8%. Namun, pada tahun 2020 kembali naik sebesar 12,8%. Peningkatan signifikan mulai terlihat pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 24,9%. Sempat sedikit turun 5,7% pada tahun 2022, kemudian kembali naik 6,8% pada tahun 2023, hingga akhirnya mencapai pengeluaran tertinggi di tahun 2024.
Kota Batam menduduki peringkat pertama dalam hal pengeluaran untuk perawatan kulit di antara kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Riau dan peringkat ke-7 secara nasional. Ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya perawatan kulit di Kota Batam tergolong tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia. Urutan kabupaten kota se provinsi adalah Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga.
Di antara kabupaten/kota lain di Kepulauan Riau, Kabupaten Karimun mencatatkan pengeluaran untuk perawatan kulit sebesar Rp 82.617 pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 1,5%. Kabupaten Natuna mencatatkan Rp 80.478 dengan pertumbuhan 7,7%. Kabupaten Kepulauan Anambas justru mengalami penurunan turun 21,3% dengan nilai Rp 70.396. Kota Tanjung Pinang juga mengalami penurunan turun 16% dengan nilai Rp 69.700. Kabupaten Bintan mencatatkan Rp 68.405 dengan penurunan -4,9%, sementara Kabupaten Lingga mencatatkan Rp 42.669 dengan pertumbuhan 12,5%.
Tiga tahun terakhir menunjukkan tren positif pada pengeluaran untuk perawatan kulit di Kota Batam. Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran lima tahun terakhir (2018-2022), pengeluaran tahun 2024 jauh lebih tinggi. Ini mengindikasikan adanya peningkatan kesadaran dan prioritas masyarakat Kota Batam terhadap perawatan kulit. Tahun 2024 menjadi tahun dengan pengeluaran tertinggi untuk perawatan kulit, jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya. Anomali ini menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumsi masyarakat yang semakin peduli terhadap kesehatan dan penampilan kulit.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Kalimantan Selatan 2018 - 2024)
Kota Tanjung Pinang
Kota Tanjung Pinang mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp 997.865 pada tahun 2024, meningkat 15,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan angka ini, Tanjung Pinang menduduki peringkat pertama se-Provinsi Kepulauan Riau. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Tanjung Pinang memiliki kemampuan ekonomi yang lebih tinggi dalam memenuhi kebutuhan non-makanan dibandingkan daerah lain di provinsi tersebut. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar Rp 1.917.867, menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pengeluaran untuk makanan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Kabupaten Kepulauan Anambas
Kabupaten Kepulauan Anambas mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar Rp 924.731 pada tahun 2024, tumbuh 12,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menempatkan Anambas pada peringkat pertama dalam hal pengeluaran makanan di Kepulauan Riau. Namun, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan justru mengalami penurunan turun 9,4%, menjadi Rp 1.824.150. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan alokasi anggaran konsumsi masyarakat Anambas, dengan prioritas yang lebih besar pada pemenuhan kebutuhan pangan.
Kabupaten Bintan
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Bintan mencapai Rp 762.370 pada tahun 2024, meningkat 7,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini mengantarkan Bintan ke posisi ketiga dalam peringkat pengeluaran non-makanan di Kepulauan Riau. Meskipun demikian, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan secara keseluruhan mengalami sedikit kenaikan 0,9% menjadi Rp 1.516.959. Data ini menunjukkan bahwa masyarakat Bintan tetap mampu menjaga tingkat konsumsi mereka di tengah berbagai tantangan ekonomi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan adalah Rp 754.589.
Kabupaten Natuna
Kabupaten Natuna mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan, yaitu sebesar 19,1% menjadi Rp 754.951 pada tahun 2024. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi di antara kabupaten/kota lain di Kepulauan Riau. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp 1.546.075. Meskipun demikian, angka ini menunjukkan penurunan -10% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini mengindikasikan adanya penyesuaian dalam pola konsumsi masyarakat Natuna. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar Rp 791.124.