Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Tuban pada tahun 2024 mencapai 228994 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 10 persen dibandingkan catatan tahun 2023 yang mencapai 254379 Rupiah. Selama periode tujuh tahun terakhir mulai tahun 2018, catatan pengeluaran ini menunjukkan pergerakan naik turun dengan pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2022 sebesar 397307 Rupiah.
(Baca: Statistik Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Periode 2013-2025)
Anomali terbesar tercatat pada tahun 2022, dimana nilai pengeluaran aneka barang dan jasa di wilayah ini naik sebesar 140,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ekstrem ini tidak bertahan, pada tahun 2023 nilai pengeluaran turun 36 persen, lalu kembali turun sedikit pada tahun 2024. Dalam kurun lima tahun terakhir, rata-rata pengeluaran aneka barang dan jasa per kapita di Kabupaten Tuban berada di angka 237950 Rupiah per bulan.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi Jawa Timur, Kabupaten Tuban menempati urutan ke 20 dari total 38 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024. Di tingkat pulau Jawa, wilayah ini berada di peringkat 69, sedangkan secara nasional menempati urutan 256 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia. Urutan peringkat ini tidak mengalami perubahan dibandingkan catatan tahun sebelumnya.
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan secara keseluruhan, Kabupaten Tuban mencatat nilai 588292 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati urutan ke 16 seprovinsi Jawa Timur. Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 38,9 persen dari total pengeluaran bukan makanan masyarakat wilayah ini.
Dari seluruh kabupaten kota di Jawa Timur, lima wilayah dengan nilai pengeluaran aneka barang dan jasa tertinggi tahun 2024 berturut-turut adalah Kota Surabaya, Kota Madiun, Kota Malang, Kabupaten Situbondo dan Kota Pasuruan. Kota Surabaya mencatat nilai tertinggi sebesar 723548 Rupiah dengan pertumbuhan 18,9 persen, sedangkan Kabupaten Situbondo mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 67,6 persen pada kategori yang sama.
Kota Surabaya
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kota Cilegon 7,41%)
Kota Surabaya secara konsisten menempati urutan pertama seprovinsi Jawa Timur untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, nilai pengeluaran makanan per kapita per bulan mencapai 1061445 Rupiah, pengeluaran bukan makanan mencapai 1541006 Rupiah, dengan total pengeluaran keseluruhan sebesar 2602451 Rupiah. Meskipun total pengeluaran keseluruhan mengalami penurunan 2,3 persen, pengeluaran makanan mengalami kenaikan 29,6 persen dan pengeluaran bukan makanan naik 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Tuban
Kabupaten Tuban memiliki komposisi pengeluaran masyarakat yang didominasi oleh kebutuhan makanan, dengan nilai pengeluaran makanan tahun 2024 mencapai 676533 Rupiah per kapita per bulan. Nilai pengeluaran bukan makanan sebesar 588292 Rupiah membuat total pengeluaran keseluruhan mencapai 1264825 Rupiah, yang menempatkan wilayah ini di urutan ke 17 seprovinsi Jawa Timur. Selama satu tahun terakhir, pengeluaran makanan naik 2,7 persen, pengeluaran bukan makanan naik 1,3 persen, sementara total pengeluaran keseluruhan turun sedikit 6,8 persen.
Kota Madiun
Kota Madiun menempati urutan kedua seprovinsi Jawa Timur untuk total pengeluaran masyarakat tahun 2024 dengan nilai total 2043693 Rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat pengeluaran makanan sebesar 851602 Rupiah dan pengeluaran bukan makanan sebesar 1192091 Rupiah. Meskipun pengeluaran bukan makanan mengalami kenaikan 15,3 persen, penurunan pada total pengeluaran terjadi sebesar 12,8 persen akibat perubahan pola belanja masyarakat pada kategori layanan lain.
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo menempati urutan ketiga seprovinsi Jawa Timur untuk total pengeluaran masyarakat dengan nilai 1959255 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat pengeluaran makanan sebesar 881851 Rupiah dengan pertumbuhan 16 persen, dan pengeluaran bukan makanan sebesar 1077404 Rupiah dengan pertumbuhan 14,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran keseluruhan wilayah ini mengalami penurunan 7 persen selama satu tahun terakhir.