Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk sabun mandi di Kabupaten Pati pada tahun 2025 mencapai 70205 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 1,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 69132 rupiah. Selama kurun waktu 8 tahun terakhir, angka pengeluaran ini mengalami pergerakan naik turun dengan titik pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023 sebesar 80598 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Jumlah Kabupaten dan Kota di Sulawesi Tengah 13 152 (2025))
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran rumah tangga, biaya untuk sabun mandi menyumbang sekitar 2,5 persen dari total pengeluaran per kapita sebulan warga Kabupaten Pati. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi yang mencapai 232162 rupiah, maupun pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 124242 rupiah per kapita setiap bulannya. Sementara itu pengeluaran untuk sabun mandi juga hanya setengah dari rata-rata pengeluaran untuk perawatan pribadi wilayah ini.
Selama periode 2018 hingga 2025, tercatat kenaikan tertinggi pengeluaran sabun mandi terjadi pada tahun 2021 dengan persentase 28,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Satu-satunya penurunan besar terjadi pada tahun 2024 yaitu sebesar 14,2 persen dari nilai tahun 2023. Setelah penurunan tersebut, pada tahun 2025 kembali terjadi kenaikan kecil seperti yang tercatat pada data terbaru. Anomali terlihat pada lonjakan drastis tahun 2021 yang tidak terjadi pada tahun lainnya dalam kurun data yang tersedia.
Berdasarkan peringkat se-Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Pati menempati urutan ke 8 dari 35 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2025. Urutan ini berada di atas Kabupaten Klaten, Kabupaten Semarang dan Kota Tegal. Tujuh wilayah yang memiliki pengeluaran sabun mandi lebih tinggi dari Kabupaten Pati berturut-turut adalah Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kota Magelang dan Kabupaten Sukoharjo. Secara nasional, Kabupaten Pati berada di urutan 182 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
(Baca: Statistik Kredit Bank Umum bukan Lapangan Usaha Total Periode 2015-2025)
Pengeluaran Per Kapita Bukan Makanan
Badan Pusat Statistik mencatat total pengeluaran bukan makanan per kapita Kabupaten Pati tahun 2025 mencapai 716901 rupiah per bulan. Nilai ini tumbuh sebesar 3,8 persen dibanding tahun sebelumnya, dan menempatkan Kabupaten Pati di urutan ke 13 dari seluruh wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Pertumbuhan ini lebih rendah dibanding Kota Semarang yang tumbuh 4 persen, namun lebih tinggi dibanding Kota Pekalongan yang justru mengalami penurunan sebesar 13,8 persen pada kategori yang sama.
Pengeluaran Total Makanan dan Bukan Makanan
Untuk total pengeluaran keseluruhan baik makanan maupun bukan makanan, Kabupaten Pati mencatatkan nilai 1455548 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Nilai ini tumbuh sebesar 2,3 persen dibanding tahun sebelumnya, dan menempati urutan ke 14 dari 35 wilayah di Jawa Tengah. Pertumbuhan ini berada di bawah rata-rata pertumbuhan provinsi untuk kategori yang sama, dengan urutan yang tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya.
Pengeluaran Per Kapita Untuk Makanan
Pengeluaran untuk kategori makanan di Kabupaten Pati tercatat sebesar 738647 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Nilai ini hanya mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,9 persen dibanding tahun sebelumnya, dan menempati urutan ke 11 secara provinsi. Pertumbuhan pada kategori ini termasuk salah satu yang terendah di Jawa Tengah, dimana sebagian besar wilayah lain mencatatkan pertumbuhan di atas 3 persen untuk pengeluaran makanan.