Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kota Denpasar pada tahun 2025 mencapai 443330 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 6,1 persen dibandingkan tahun 2024. Nilai pada tahun 2025 ini merupakan pengeluaran tertinggi yang tercatat sepanjang periode data 2018 hingga 2025 untuk wilayah Kota Denpasar.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Hulu Sungai Selatan 2025: Penurunan Jadi Rp1,39 Juta per Bulan)
Sepanjang periode 8 tahun pencatatan, pengeluaran kategori ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2020 tercatat kenaikan 10 persen, kemudian pada tahun 2021 terjadi penurunan sebesar 19,6 persen dan diikuti penurunan kembali 18,5 persen pada tahun 2022. Setelah itu nilai pengeluaran kembali naik secara beruntun mulai tahun 2023 hingga tahun 2025. Anomali penurunan terbesar terjadi pada rentang tahun 2021 sampai 2022 yang menjatuhkan nilai pengeluaran menjadi titik terendah yaitu 272653 rupiah per kapita per bulan.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kota Denpasar menempati urutan kedua di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bali. Urutan pertama diduduki oleh Kabupaten Badung dengan nilai pengeluaran tahun 2025 sebesar 480493 rupiah. Di belakang Kota Denpasar berturut-turut terdapat Kabupaten Gianyar, Klungkung dan Tabanan. Secara nasional, nilai pengeluaran Kota Denpasar untuk kategori ini berada pada urutan ketujuh dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Berdasarkan perbandingan komposisi pengeluaran, nilai makanan dan minuman jadi ini menyumbang bagian dari total pengeluaran per kapita masyarakat. Untuk tahun 2025, rata-rata total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Kota Denpasar mencapai 525469 rupiah untuk aneka barang jasa. Sementara itu pengeluaran untuk kategori lain seperti perawatan tercatat 126351 rupiah, rokok dan tembakau 137251 rupiah serta sabun mandi 117780 rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Badung
Kabupaten Badung menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi di Provinsi Bali untuk seluruh kategori konsumsi masyarakat. Pada tahun 2025, pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi tercatat 480493 rupiah, walaupun mengalami sedikit penurunan sebesar 2,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran keseluruhan masyarakat kabupaten ini mencapai 3034921 rupiah per kapita per bulan, dan tetap mempertahankan peringkat pertama di seluruh wilayah provinsi Bali tanpa ada perubahan urutan peringkat dari tahun sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Halmahera Utara 2025: Lonjakan Jadi Rp1,61 Juta per Bulan)
Kabupaten Gianyar
Kabupaten Gianyar mencatat pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi di Provinsi Bali pada tahun 2025 dengan kenaikan sebesar 31,5 persen. Nilai pengeluaran kategori ini di kabupaten ini mencapai 365228 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Total pengeluaran seluruh kategori masyarakat Gianyar mencapai 2469125 rupiah per kapita per bulan, dan tetap memegang posisi peringkat kedua setelah Kabupaten Badung untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat di tingkat provinsi.
Kabupaten Tabanan
Kabupaten Tabanan mencatat nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025 sebesar 226977 rupiah per kapita per bulan, dengan kenaikan 12,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan kelima untuk kategori makanan dan minuman jadi, serta urutan ketiga untuk total pengeluaran keseluruhan masyarakat seluruh kategori. Pertumbuhan total pengeluaran masyarakat di kabupaten ini tercatat 1,1 persen pada tahun 2025, menjadi pertumbuhan paling rendah dibandingkan seluruh wilayah lain di Provinsi Bali.
Kabupaten Klungkung
Kabupaten Klungkung mengalami kenaikan pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 21,3 persen pada tahun 2025 dengan nilai akhir 241076 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini menempati urutan keempat untuk kategori makanan dan minuman jadi di tingkat provinsi. Total pengeluaran keseluruhan masyarakat Klungkung tercatat 1622872 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 6,1 persen dan tetap mempertahankan posisi peringkat keempat secara keseluruhan di Provinsi Bali.