Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Kota Banjar Baru Naik 3,53% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 25/02/2026 08:35 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan mencapai 3,53% pada 2025.

Angka tersebut naik 0,78% dari tahun sebelumnya sebesar 2,75%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,13%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Banjar Baru lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kota Banjar Baru yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 3,53% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 12 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Selatan, PoU di Kota Banjar Baru ada di urutan ke-5. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Tanah Bumbu (2,48%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan (6,16%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Selatan pada 2025.

  1. Kabupaten Tanah Bumbu: 2,48%
  2. Kabupaten Tabalong: 2,52%
  3. Kabupaten Tapin: 2,76%
  4. Kabupaten Tanah Laut: 3,27%
  5. Kota Banjar Baru: 3,53%
  6. Kabupaten Balangan: 3,71%
  7. Kabupaten Hulu Sungai Tengah: 3,9%
  8. Kabupaten Kota Baru: 4,12%
  9. Kabupaten Banjar: 4,25%
  10. Kota Banjarmasin: 4,42%

(Baca: Ukraina, Negara dengan Penurunan Populasi Tertinggi pada 2023)

Data Populer

Loading...