Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi di Kabupaten Majene tahun 2024 sebesar 43186 rupiah, mengalami kenaikan 6.3% dibanding tahun sebelumnya. Nilai ini mewakili sebagian dari pengeluaran perawatan yang rata-rata sebesar 48353 rupiah per kapita sebulan. Di provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Majene menempati peringkat kelima untuk pengeluaran sabun mandi, sedangkan di tingkat nasional menempati peringkat 464 dan peringkat 62 di pulau Sulawesi.
Data dari BPS juga menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kabupaten Majene sebesar 152152 rupiah, sehingga pengeluaran sabun mandi menyumbang sekitar 28.4% dari total pengeluaran ini. Pengeluaran untuk sabun mandi tahun 2023 sebesar 40607 rupiah, sehingga selisih kenaikan tahun 2024 sebesar 2578 rupiah. Pengeluaran untuk kecantikan di wilayah ini rata-rata sebesar 24229 rupiah per kapita sebulan, yang lebih rendah dibanding pengeluaran perawatan termasuk sabun mandi.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Ponorogo | 2024)
Sejak tahun 2018, pengeluaran untuk sabun mandi di Kabupaten Majene mengalami fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, nilainya sebesar 42202 rupiah, lalu turun secara signifikan menjadi 34096 rupiah tahun 2019 dengan penurunan 19.2%. Tahun 2020, nilainya naik menjadi 39916 rupiah dengan kenaikan 17.1%, lalu naik sedikit menjadi 40189 rupiah tahun 2021 (0.7%), dan naik lagi menjadi 41659 rupiah tahun 2022 (3.7%). Tahun 2023, nilainya turun sedikit menjadi 40607 rupiah (-2.5%), sebelum naik kembali menjadi 43186 rupiah tahun 2024. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2024, sedangkan pengeluaran terendah terjadi pada tahun 2019.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di provinsi Sulawesi Barat, pengeluaran sabun mandi tertinggi dimiliki oleh Kabupaten Mamuju Utara dengan 70474 rupiah tahun 2024, yang mengalami kenaikan 19.2% dibanding tahun sebelumnya. Berikutnya adalah Kabupaten Mamuju Tengah (53103 rupiah, penurunan 2.2%), Kabupaten Mamuju (51417 rupiah, kenaikan sedikit 1%), dan Kabupaten Polewali Mandar (43434 rupiah, kenaikan sedikit 0.4%). Kabupaten Majene tetap berada di peringkat kelima, sama seperti tahun sebelumnya, dengan nilai yang hanya sedikit lebih rendah dari Kabupaten Polewali Mandar.
Kabupaten Majene
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Majene tahun 2024 sebesar 927620 rupiah, mengalami penurunan 13.9% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 1077660 rupiah. Pengeluaran untuk makanan sendiri naik 14.7% menjadi 493185 rupiah dari 430097 rupiah tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan hanya naik sedikit 1.1% menjadi 434435 rupiah dari 429576 rupiah. Di provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Majene menempati peringkat kelima untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, serta peringkat kelima untuk pengeluaran bukan makanan, dan peringkat kelima untuk pengeluaran makanan.
(Baca: Penduduk Kabupaten Bima Menghabiskan Rp427 per Kapita per Minggu untuk Membeli Bayam)
Kabupaten Mamuju Utara
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Mamuju Utara tahun 2024 sebesar 1361781 rupiah, mengalami penurunan 2.2% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 1392173 rupiah. Pengeluaran untuk makanan naik 12.2% menjadi 719682 rupiah dari 641611 rupiah tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan naik sedikit 2.3% menjadi 642098 rupiah dari 627933 rupiah. Wilayah ini menempati peringkat pertama di provinsi Sulawesi Barat untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan, serta peringkat pertama untuk pengeluaran makanan, dan peringkat kedua untuk pengeluaran bukan makanan.
Kabupaten Mamuju
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Mamuju tahun 2024 sebesar 1299845 rupiah, naik 4.2% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 1247937 rupiah. Pengeluaran untuk makanan naik 24.7% menjadi 583511 rupiah dari 468009 rupiah tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan naik 36.3% menjadi 716334 rupiah dari 525574 rupiah. Wilayah ini menempati peringkat kedua di provinsi Sulawesi Barat untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, peringkat keempat untuk pengeluaran makanan, dan peringkat pertama untuk pengeluaran bukan makanan.
Kabupaten Polewali Mandar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Polewali Mandar tahun 2024 sebesar 1029784 rupiah, mengalami penurunan 8.7% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 1127972 rupiah. Pengeluaran untuk makanan naik 18.4% menjadi 588560 rupiah dari 497180 rupiah tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan naik 14.1% menjadi 441224 rupiah dari 386619 rupiah. Wilayah ini menempati peringkat keempat di provinsi Sulawesi Barat untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, peringkat ketiga untuk pengeluaran makanan, dan peringkat keempat untuk pengeluaran bukan makanan.