PDB

Neraca Perdagangan Indonesia Mei 2026

1
Agus Dwi Darmawan 05/07/2026 10:58 WIB
Image Loader
Memuat...
Neraca Perdagangan Indonesia Feb 2002 - May 2026
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 mencatat defisit turun US$ 1,61 miliar. Angka ini berbalik arah tajam dari surplus US$ 89 juta pada April 2026, dengan penurunan bulanan sebesar 1.907,18 persen. Secara tahunan, posisi neraca Mei 2026 juga mengalami kontraksi 137,43 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

(Baca: Jumlah Umur Harapan Hidup Tertinggi Ada di DI Yogyakarta pada 2024)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit Mei 2026 ini menjadi posisi terburuk neraca perdagangan nasional sejak defisit -US$ 2,33 miliar pada April 2019. Sementara rekor surplus tertinggi sepanjang sejarah data neraca perdagangan masih dipegang angka US$ 7,58 miliar yang tercatat pada April 2022, atau hampir 6 kali lipat lebih besar dibanding nilai absolut defisit bulan ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama 12 bulan terakhir, neraca perdagangan Indonesia menunjukkan fluktuasi sangat ekstrem. Penurunan terbesar terjadi pada Mei 2026, sementara lonjakan surplus tertinggi dalam periode ini tercatat pada Agustus 2025 dengan surplus US$ 5,49 miliar. Seluruh penurunan tajam pada kuartal kedua 2026 terutama didorong oleh melonjaknya nilai impor yang hampir menyamai bahkan melebihi nilai ekspor nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga akhir Mei 2026 atau lima bulan pertama tahun ini, akumulasi neraca perdagangan nasional masih mencatatkan surplus sebesar US$ 4,03 miliar. Surplus akumulasi ini masih ditopang oleh catatan surplus tertinggi tahun berjalan yang tercatat pada Maret 2026 senilai US$ 3,32 miliar. Selama periode ini total nilai ekspor nasional mencapai US$ 115,36 miliar, sedangkan total impor tercatat US$ 111,33 miliar.

(Baca: Update 2024: Jumlah Perceraian Gorontalo 27 Kasus)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Mei 2026, ekspor non migas masih mendominasi 95,52 persen total ekspor nasional, dengan nilai mencapai US$ 22,45 miliar atau sedikit turun 7,05 persen secara bulanan. Sementara ekspor migas hanya menyumbang 4,48 persen total ekspor, turun tajam 34,38 persen dibanding April 2026 dan 31,76 persen secara tahunan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada sisi impor, nilai impor migas Mei 2026 tercatat US$ 4,51 miliar, hanya sedikit turun 1,82 persen dibanding bulan sebelumnya namun melonjak 70,77 persen secara tahunan. Neraca migas sendiri mencatatkan rekor defisit terburuk sepanjang sejarah pada Mei 2026 senilai -US$ 3,76 miliar, yang menjadi beban utama defisit neraca perdagangan total bulan ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit neraca perdagangan Mei 2026 terjadi bukan karena penurunan drastis ekspor non migas, melainkan kombinasi antara anjloknya ekspor migas dan tingginya tekanan impor energi. Jika pola defisit neraca migas ini berlanjut, surplus akumulasi tahun berjalan yang masih tersisa dapat terkikis habis pada akhir kuartal ketiga 2026.

Data Pasar

Macro update by
05 July 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jun) 3,34% +0.26
Inflasi mom (Jun) 0,44% +0.16
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.968 -0.06
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Ekspor Migas (Mei) 758,10 -34.38
Neraca perdagangan (Mei) -1,61 -1,907.18
Impor Migas (Mei) 4,51 -1.82
Ekspor (Mei) 23,20 -8.30
Impor (Mei) 24,81 -1.59
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jun) 114,65 +0.76

Data Populer

Loading...