Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Kepulauan Yapen pada tahun 2025 mencapai 387915 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 29,4 persen dibandingkan tahun 2024. Pada tahun sebelumnya, nilai pengeluaran kategori ini tercatat sebesar 299815 rupiah per kapita per bulan. Selisih kenaikan nilai pengeluaran antar kedua tahun tersebut mencapai 88100,5 rupiah per orang setiap bulannya.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kota Banjarmasin 2025: Penurunan Jadi Rp1,86 Juta per Bulan)
Sepanjang periode pencatatan tahun 2018 sampai dengan 2025, tercatat pergerakan nilai pengeluaran yang mengalami kenaikan dan penurunan pada beberapa tahun. Pada tahun 2020 terjadi kenaikan sebesar 44,5 persen yang merupakan kenaikan tertinggi selama periode 8 tahun tersebut. Satu tahun kemudian pada tahun 2021 nilai pengeluaran turun sebesar 12,5 persen, kemudian kembali naik sedikit pada tahun 2022 sebesar 7,2 persen. Tahun 2023 kembali terjadi penurunan sebesar 14 persen sebelum akhirnya terjadi kenaikan besar secara berturut-turut pada tahun 2024 dan 2025.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi Papua, posisi Kabupaten Kepulauan Yapen berada di peringkat 4 untuk kategori pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2025. Tiga wilayah yang berada di atasnya secara berturut-turut adalah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom. Nilai pengeluaran Kota Jayapura sebagai peringkat pertama mencapai 544934 rupiah per kapita per bulan, sementara Kabupaten Keerom di peringkat ketiga mencatat nilai 429114 rupiah. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025, total pengeluaran per kapita per bulan seluruh kategori masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen mencapai 1868510 rupiah. Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa menyumbang 20,8 persen dari total seluruh pengeluaran masyarakat. Sementara itu pengeluaran untuk kategori makanan tercatat sebesar 951587 rupiah dan pengeluaran bukan makanan seluruhnya mencapai 916923 rupiah per kapita per bulan. Rata-rata pengeluaran tiga tahun terakhir untuk kategori aneka barang dan jasa tercatat 264526 rupiah, sehingga nilai tahun 2025 berada 46,6 persen di atas rata-rata tersebut.
Kota Jayapura
Kota Jayapura secara konsisten menempati peringkat pertama di seluruh kategori pengeluaran masyarakat provinsi Papua. Pada tahun 2025, wilayah ini mencatat total pengeluaran per kapita per bulan sebesar 2513607 rupiah, dengan pengeluaran makanan sebesar 1028217 rupiah dan pengeluaran bukan makanan mencapai 1485389 rupiah. Pertumbuhan total pengeluaran wilayah ini mencapai 14,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, angka pertumbuhan ini berada di bawah rata-rata pertumbuhan kabupaten lain di provinsi Papua.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kota Banjar Baru 2025: Lonjakan Jadi Rp2,21 Juta per Bulan)
Kabupaten Jayapura
Kabupaten Jayapura menempati peringkat ketiga untuk total pengeluaran masyarakat, dengan nilai total 2437386 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Wilayah ini menjadi wilayah dengan pengeluaran makanan tertinggi se-provinsi Papua dengan nilai mencapai 1134130 rupiah per orang setiap bulannya. Pertumbuhan total pengeluaran wilayah ini tercatat sebesar 13 persen, menjadikannya wilayah dengan pertumbuhan terendah untuk kategori total pengeluaran pada tahun 2025.
Kabupaten Keerom
Kabupaten Keerom mencatat lonjakan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan yang sangat tinggi pada tahun 2025, mencapai 83,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mendorong posisi wilayah ini naik menjadi peringkat kedua untuk total pengeluaran masyarakat se-provinsi Papua dengan nilai total 2453415 rupiah per kapita per bulan. Pengeluaran makanan di wilayah ini tercatat sebesar 1056671 rupiah, menempati peringkat kedua untuk kategori tersebut.
Kabupaten Waropen
Kabupaten Waropen mencatat pertumbuhan pengeluaran aneka barang dan jasa tertinggi se-provinsi Papua pada tahun 2025 yaitu sebesar 76,5 persen. Total pengeluaran masyarakat di wilayah ini mencapai 1859141 rupiah per kapita per bulan, dengan pengeluaran makanan sebesar 811561 rupiah dan pengeluaran bukan makanan mencapai 1047580 rupiah. Wilayah ini menempati peringkat ketujuh untuk total pengeluaran masyarakat di provinsi Papua.