Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Kapuas Hulu pada tahun 2024 mencapai 363248 rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan pengeluaran ini mencapai 39.8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih pengeluaran sebesar 103384.5 rupiah per kapita per bulan. Komponen utama pengeluaran ini mencakup makanan jadi, rokok dan tembakau, serta sabun mandi dengan nilai masing-masing 166916 rupiah, 163497 rupiah, dan 119964 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Volume Ekspor SITC Kode 32 Batu Bara, Kokas dan Briket Periode 2023-2026)
Secara historis, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Kapuas Hulu mengalami fluktuasi dari tahun 2018 hingga 2024. Pada tahun 2018, nilai pengeluaran adalah 149869 rupiah per kapita per bulan, kemudian naik menjadi 203643 rupiah pada tahun 2019 dengan pertumbuhan 35.9 persen. Tahun 2020, pengeluaran turun sedikit menjadi 196543 rupiah dengan penurunan 3.5 persen, sebelum naik kembali menjadi 238765 rupiah pada tahun 2021. Tahun 2022, pengeluaran mencapai 308936 rupiah dengan pertumbuhan 29.4 persen, lalu turun sedikit menjadi 259863 rupiah pada tahun 2023 dengan penurunan 15.9 persen, sebelum mencapai nilai tertinggi pada tahun 2024.
Dalam perbandingan dengan kabupaten dan kota lain di Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Kapuas Hulu menempati peringkat kedua untuk pengeluaran aneka barang dan jasa pada tahun 2024, di belakang Kota Pontianak yang berada di peringkat pertama. Secara nasional, kabupaten ini menempati peringkat ke-76 di antara semua kabupaten dan kota di Indonesia. Dibandingkan lima kabupaten dan kota teratas di Kalimantan Barat, Kota Pontianak memiliki pengeluaran tertinggi sebesar 410811 rupiah dengan pertumbuhan 9.3 persen, sementara Kabupaten Kapuas Hulu memiliki pertumbuhan tertinggi di antara kelompok ini.
Perbandingan pengeluaran total masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu menunjukkan bahwa pengeluaran untuk aneka barang dan jasa sebesar 363248 rupiah per kapita per bulan merupakan bagian dari pengeluaran bukan makanan yang mencapai 650429 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Pengeluaran total masyarakat (makanan dan bukan makanan) di kabupaten ini adalah 1402411 rupiah per kapita per bulan, dengan pengeluaran makanan sebesar 751981 rupiah per kapita per bulan. Ini menunjukkan bahwa aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 55.8 persen dari total pengeluaran bukan makanan masyarakat di sini.
Kota Pontianak
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kota Pekalongan | 2024)
Kota Pontianak memiliki pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 1192431 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 23.9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total masyarakat di kota ini mencapai 2086950 rupiah per kapita sebulan, dengan pertumbuhan 0.2 persen, sedangkan pengeluaran makanan sebesar 894519 rupiah per kapita sebulan dengan pertumbuhan 12.1 persen. Kota ini menempati peringkat pertama di Provinsi Kalimantan Barat untuk ketiga indikator pengeluaran ini, menunjukkan bahwa masyarakat Pontianak memiliki daya beli yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di provinsi ini.
Kota Singkawang
Kota Singkawang memiliki pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 759547 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 0.3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total masyarakat di kota ini turun sedikit menjadi 1534917 rupiah per kapita sebulan dengan penurunan 11.3 persen, sedangkan pengeluaran makanan naik sedikit menjadi 775370 rupiah per kapita sebulan dengan pertumbuhan 0.6 persen. Kota ini menempati peringkat kedua untuk pengeluaran bukan makanan, peringkat kedua untuk total pengeluaran, dan peringkat keempat untuk pengeluaran makanan di provinsi ini.
Kabupaten Sintang
Kabupaten Sintang memiliki pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 685825 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 16.1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total masyarakat di kabupaten ini turun sedikit menjadi 1461426 rupiah per kapita sebulan dengan penurunan 3.6 persen, sedangkan pengeluaran makanan naik menjadi 775601 rupiah per kapita sebulan dengan pertumbuhan 13.4 persen. Kabupaten ini menempati peringkat ketiga untuk ketiga indikator pengeluaran ini di provinsi Kalimantan Barat, menunjukkan pertumbuhan yang stabil pada pengeluaran bukan makanan dan makanan.
Kabupaten Kayong Utara
Kabupaten Kayong Utara memiliki pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 675863 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 32.8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total masyarakat di kabupaten ini turun sedikit menjadi 1414516 rupiah per kapita sebulan dengan penurunan 11.5 persen, sedangkan pengeluaran makanan naik menjadi 738653 rupiah per kapita sebulan dengan pertumbuhan 7.7 persen. Kabupaten ini menempati peringkat keempat untuk pengeluaran bukan makanan, peringkat keempat untuk total pengeluaran, dan peringkat ketujuh untuk pengeluaran makanan di provinsi ini, dengan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan yang cukup signifikan.