Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk sabun mandi di Kabupaten Toraja Utara pada tahun 2024 tercatat sebesar 44177 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 14,9 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penurunan sebesar 7750,6 Rupiah per orang setiap bulannya. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Statistik Panjang Jalan Nasional Periode 2013-2024)
Nilai pengeluaran sabun mandi ini menyumbang sekitar 3,1 persen dari rata-rata total pengeluaran barang jasa per kapita di wilayah ini. Sebagai perbandingan, pengeluaran sabun mandi hanya sebesar 81,4 persen dari pengeluaran untuk kategori kecantikan, dan hanya sebesar 44,3 persen dari pengeluaran untuk kategori perawatan pribadi setiap bulannya.
Selama periode tujuh tahun terakhir tercatat pergerakan nilai pengeluaran yang naik turun secara signifikan. Pada tahun 2020 tercatat penurunan terbesar sebesar 17,5 persen, kemudian pada tahun 2021 terjadi kenaikan sebesar 32,6 persen. Pengeluaran tertinggi untuk sabun mandi di wilayah ini tercatat pada tahun 2023 dengan nilai 51927 Rupiah per kapita per bulan.
Berdasarkan perbandingan se-provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Toraja Utara menempati urutan ke 17 dari 24 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Urutan ini tetap sama dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, Kota Makassar menempati urutan pertama dengan pengeluaran sabun mandi sebesar 99026 Rupiah, diikuti Kota Palopo 87159 Rupiah, Kabupaten Luwu Timur 73104 Rupiah, Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan 65899 Rupiah dan Kota Parepare 62322 Rupiah.
Untuk total pengeluaran keseluruhan per kapita, Kabupaten Toraja Utara menempati urutan ke 12 se-provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2024. Nilai total pengeluaran per kapita per bulan di wilayah ini tercatat sebesar 1289408 Rupiah, dengan pertumbuhan sedikit naik sebesar 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata penurunan yang dialami sebagian besar kabupaten di bagian selatan pulau Sulawesi.
Kota Makassar
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Morowali 2,81 Persen)
Kota Makassar secara konsisten menempati urutan pertama seluruh provinsi Sulawesi Selatan untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita per bulan mencapai 1963517 Rupiah, dengan kenaikan sebesar 4,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan mencapai 850273 Rupiah, pengeluaran bukan makanan 1113244 Rupiah, dan pengeluaran sabun mandi mencapai hampir dua kali lipat nilai pengeluaran di Kabupaten Toraja Utara.
Kota Palopo
Kota Palopo menempati urutan kedua se-provinsi dengan total pengeluaran per kapita 1792000 Rupiah per bulan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan total pengeluaran sebesar 3 persen, dengan pengeluaran makanan mencapai 843641 Rupiah dan pengeluaran bukan makanan 948359 Rupiah. Untuk kategori sabun mandi, Kota Palopo mencatatkan pertumbuhan sebesar 26,6 persen pada tahun 2024, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Kabupaten Bantaeng
Kabupaten Bantaeng mencatatkan pertumbuhan pengeluaran sabun mandi tertinggi se-provinsi pada tahun 2024 dengan kenaikan sebesar 30 persen. Total pengeluaran per kapita wilayah ini mencapai 1445076 Rupiah per bulan, dengan kenaikan sebesar 21,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, posisi ranking pengeluaran sabun mandi Kabupaten Bantaeng masih berada di urutan ke 12, lima tingkat di atas posisi Kabupaten Toraja Utara.
Kabupaten Tana Toraja
Kabupaten Tana Toraja yang merupakan wilayah tetangga mencatatkan pengeluaran sabun mandi terendah kedua se-provinsi pada tahun 2024 dengan nilai 36363 Rupiah per kapita per bulan. Total pengeluaran per kapita wilayah ini tercatat 1179355 Rupiah per bulan, berada di urutan ke 18 se-provinsi. Wilayah ini juga mencatatkan penurunan pengeluaran sabun mandi sedikit sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun 2023.