Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Nganjuk tahun 2025 mencapai 211431 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 4,2 persen dibandingkan tahun 2024 yang sempat mencatatkan pengeluaran tertinggi sepanjang periode data yaitu 220709 rupiah per kapita per bulan. Selama periode 2018 hingga 2025, tercatat hanya dua kali terjadi penurunan nilai pengeluaran kategori ini yaitu pada tahun 2020 dan tahun 2025.
(Baca: Harga Emas Hari Ini Turun ke Rp2.645.000 per Gram, Cek Rinciannya Rabu, 19 Agustus 2026)
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi ini menyumbang sekitar 16,7 persen dari total pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Nganjuk yang mencapai 1269005 rupiah per bulan pada tahun 2025. Jika dibandingkan dengan pengeluaran bukan makanan, nilai kategori ini setara dengan 35,6 persen dari total pengeluaran bukan makanan masyarakat wilayah ini. Secara historis, proporsi pengeluaran makanan dan minuman jadi selalu berada di kisaran 15 hingga 18 persen dari total pengeluaran rumah tangga selama tujuh tahun terakhir.
Sepanjang periode pengamatan 2018 hingga 2025, tercatat kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2024 dengan pertumbuhan 29,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara penurunan pertama terjadi pada tahun 2020 dengan penurunan sebesar 2,9 persen. Rata-rata pertumbuhan tahunan pengeluaran makanan dan minuman jadi Kabupaten Nganjuk selama lima tahun terakhir mencapai 6,5 persen, namun rata-rata tiga tahun terakhir hanya tercatat 10 persen karena adanya lonjakan yang sangat besar pada tahun 2024.
Berdasarkan perbandingan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Nganjuk berada di peringkat ke 21 untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025. Peringkat ini sama persis dengan posisi tahun sebelumnya. Terdapat 20 wilayah di Jawa Timur yang memiliki nilai pengeluaran lebih tinggi, diantaranya Kota Surabaya dengan nilai 437746 rupiah, Kabupaten Gresik 365095 rupiah, Kota Pasuruan 352198 rupiah, Kota Madiun 350975 rupiah dan Kota Blitar 319868 rupiah.
Perbandingan Pengeluaran Non Makanan
Badan Pusat Statistik mencatat total pengeluaran bukan makanan per kapita Kabupaten Nganjuk tahun 2025 mencapai 594020 rupiah per bulan. Nilai ini menempatkan Kabupaten Nganjuk di peringkat ke 21 dari 38 wilayah di Provinsi Jawa Timur, posisi yang sama persis dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan wilayah ini hanya tercatat 2,6 persen pada tahun 2025, angka ini berada di bawah rata-rata pertumbuhan provinsi yang mencapai 5,1 persen untuk kategori yang sama. Dibandingkan wilayah teratas yaitu Kota Surabaya yang mencapai 1,9 juta rupiah, nilai pengeluaran bukan makanan Nganjuk hanya sekitar 31 persen dari nilai tersebut.
(Baca: PDRB ADHK Pengeluaran Konsumsi Pemerintah di Jawa Timur | 2025)
Total Pengeluaran Per Kapita
Untuk total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan, Kabupaten Nganjuk mencatatkan nilai 1269005 rupiah per kapita per bulan tahun 2025. Peringkat wilayah ini berada di urutan ke 22 seluruh Jawa Timur, turun satu peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi 21. Pertumbuhan total pengeluaran hanya tercatat 0,9 persen pada tahun ini, angka yang sangat rendah dibandingkan rata-rata provinsi yang mencapai 4,2 persen. Hanya terdapat 16 wilayah di Jawa Timur yang mencatatkan pertumbuhan lebih rendah dibandingkan Kabupaten Nganjuk pada tahun 2025.
Profil Pengeluaran Makanan Total
Pengeluaran total makanan per kapita Kabupaten Nganjuk tahun 2025 mencapai 674986 rupiah per bulan. Nilai ini menempatkan wilayah ini di peringkat ke 27 dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Terjadi penurunan sedikit sebesar 0,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikan Nganjuk salah satu dari hanya tujuh wilayah di provinsi ini yang mengalami penurunan pengeluaran makanan pada tahun 2025. Secara komposisi, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang 31,3 persen dari seluruh pengeluaran makanan rumah tangga di wilayah ini.
Analisis Perkembangan Jangka Panjang
Selama delapan tahun pengamatan sejak 2018, pengeluaran makanan dan minuman jadi Kabupaten Nganjuk tumbuh sebesar 56,5 persen secara kumulatif. Angka ini berada di bawah rata-rata pertumbuhan nasional untuk kategori yang sama yang mencapai 62 persen pada periode yang sama. Lonjakan pada tahun 2024 menjadi anomali terbesar pada data historis, dimana pertumbuhan 29,4 persen terjadi hanya dalam satu tahun sebelum kemudian turun kembali pada tahun berikutnya. Pola ini tidak ditemukan pada sebagian besar wilayah lain di Jawa Timur yang umumnya mencatatkan pertumbuhan positif secara berkelanjutan pada tahun 2025.