Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pengeluaran untuk perawatan kulit di Kabupaten Raja Ampat pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp77.111 per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Terjadi peningkatan sebesar 46.8% dari tahun 2022.
Secara historis, pengeluaran untuk perawatan kulit di Kabupaten Raja Ampat fluktuatif. Pada tahun 2018, pengeluaran tercatat sebesar Rp48.754, kemudian meningkat menjadi Rp69.926 pada tahun 2019 dan mencapai Rp82.122 pada tahun 2020. Peningkatan berlanjut hingga tahun 2021 dengan nilai Rp84.930, kemudian sedikit menurun pada tahun 2022 menjadi Rp52.519, sebelum akhirnya kembali naik pada tahun 2023.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kep. Bangka Belitung 2015 - 2024)
Besaran pengeluaran untuk perawatan kulit ini menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Raja Ampat semakin peduli terhadap perawatan diri. Pertumbuhan ini juga mencerminkan peningkatan pendapatan masyarakat dan kesadaran akan pentingnya produk perawatan kulit. Pengeluaran ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa, yang mencapai Rp239.350, pengeluaran untuk perawatan kulit masih relatif kecil. Namun, jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk kecantikan sebesar Rp22.959, pengeluaran perawatan kulit lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan alokasi dana yang lebih besar untuk produk dan layanan perawatan kulit dibandingkan produk kecantikan lainnya.
Secara peringkat, Kabupaten Raja Ampat berada di urutan ke-5 di antara kabupaten/kota se-Provinsi Papua Barat Daya dalam hal pengeluaran untuk perawatan kulit pada tahun 2023. Peringkat ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Secara nasional, Kabupaten Raja Ampat menempati urutan ke-110. Di antara kabupaten/kota se-Provinsi Papua Barat Daya, Kabupaten Sorong memiliki nilai pengeluaran tertinggi untuk perawatan kulit tahun 2023, yaitu Rp119.826, dengan pertumbuhan 68.8%. Sementara itu, Kabupaten Maybrat mencatatkan pengeluaran sebesar Rp107.469 (pertumbuhan 25.4%), dan Kabupaten Sorong Selatan sebesar Rp101.250 (pertumbuhan 172%).
Berdasarkan data rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan dari BPS, Kabupaten Raja Ampat mencatatkan pertumbuhan 48.8% dengan besar pengeluaran tahun 2023 mencapai Rp689.718, lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp463.366,17. Kabupaten Sorong Selatan mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 105.7% dengan besar pengeluaran tahun 2023 mencapai Rp763.151.
(Baca: Pengeluaran Penduduk Kabupaten Luwu untuk Membeli Kubis Rp240 per Kapita per Minggu)
Jika dibandingkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan, Kabupaten Raja Ampat mencatatkan pertumbuhan 34.3% dengan besar pengeluaran tahun 2023 mencapai Rp1.499.440. Angka ini lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp1.116.347,01. Kabupaten Maybrat mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 48.6% dengan besar pengeluaran tahun 2023 mencapai Rp2.582.386.
Kabupaten Sorong Selatan
Kabupaten Sorong Selatan menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan, mencapai 105.7%. Data ini menempatkan mereka pada peringkat pertama di antara kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat Daya. Besar pengeluaran tahun 2023 mencapai Rp763.151, melonjak drastis dari tahun sebelumnya yang hanya Rp371.045,98. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan signifikan dalam konsumsi barang dan jasa non-makanan di wilayah tersebut.
Kabupaten Raja Ampat
Kabupaten Raja Ampat menunjukkan perkembangan positif dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan. Pertumbuhan sebesar 24% membawa besar pengeluaran tahun 2023 mencapai Rp809.721, melampaui angka tahun sebelumnya yang sebesar Rp652.980,84. Data ini menempatkan Kabupaten Raja Ampat pada peringkat kedua di antara kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat Daya. Peningkatan ini mencerminkan daya beli masyarakat dan ketersediaan akses terhadap bahan makanan.
Kabupaten Maybrat
Kabupaten Maybrat menunjukkan pertumbuhan tertinggi dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan, mencapai 48.6%. Besar pengeluaran tahun 2023 mencapai Rp2.582.386, jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.737.703,31. Pertumbuhan ini menempatkan Kabupaten Maybrat pada peringkat pertama di antara kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat Daya, menunjukkan peningkatan kesejahteraan dan konsumsi masyarakat secara keseluruhan.
Kabupaten Sorong
Kabupaten Sorong mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan, dengan peningkatan sebesar 39.5%. Besar pengeluaran tahun 2023 mencapai Rp1.981.435, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.420.786,08. Data ini menempatkan Kabupaten Sorong pada peringkat kedua di antara kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat Daya. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya peningkatan dalam kemampuan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.