Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan di Kabupaten Morowali Utara pada tahun 2024 mencapai 38.053 rupiah, mengalami kenaikan sebesar 14,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selisih pengeluaran kecantikan dengan tahun 2023 adalah 4.809,6 rupiah, dengan nilai pengeluaran tahun sebelumnya sebesar 33.243,79 rupiah. Pengeluaran ini merupakan bagian dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yang mencapai 306.253 rupiah di wilayah tersebut.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit di Kota Balikpapan 2018 - 2024)
Dari data historis periode 2018 hingga 2024, pengeluaran kecantikan di Kabupaten Morowali Utara menunjukkan pola naik turun yang jelas. Tahun 2018, nilai ini sebesar 14.304 rupiah, lalu naik secara signifikan menjadi 22.309 rupiah pada 2019 dengan pertumbuhan 56 persen. Tahun 2020, terjadi sedikit penurunan menjadi 22.161 rupiah (pertumbuhan -0,7 persen), sebelum kembali naik tajam menjadi 33.381 rupiah pada 2021 dengan pertumbuhan 50,6 persen. Tahun 2022, pengeluaran naik sedikit menjadi 33.872 rupiah (pertumbuhan 1,5 persen), lalu turun sedikit menjadi 33.244 rupiah pada 2023 (pertumbuhan -1,9 persen) sebelum kembali naik pada 2024.
Dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) yang mencapai sekitar 33.499 rupiah, pengeluaran kecantikan tahun 2024 lebih tinggi sebesar 4.554 rupiah. Sedangkan dibandingkan lima tahun terakhir (2019-2023) dengan rata-rata sekitar 29.093 rupiah, nilai tahun 2024 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2019, sedangkan penurunan terjadi pada tahun 2020 dan 2023.
Dalam perbandingan di tingkat provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Morowali Utara menempati peringkat ketiga untuk pengeluaran kecantikan tahun 2024, di bawah Kota Palu (peringkat pertama dengan 55.601 rupiah) dan Kabupaten Morowali (peringkat kedua dengan 49.996 rupiah). Lima kabupaten/kota dengan pengeluaran kecantikan tertinggi di provinsi tersebut adalah Kota Palu, Kabupaten Morowali, Kabupaten Morowali Utara, Kabupaten Banggai (35.452 rupiah), dan Kabupaten Poso (33.269 rupiah). Kota Palu menunjukkan pertumbuhan tertinggi di antara kelima wilayah ini sebesar 24,7 persen, sedangkan Kabupaten Toli Toli mengalami penurunan turun 9,8 persen.
Data dari BPS juga menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Morowali Utara tahun 2024 mencapai 698.860 rupiah, dengan pertumbuhan 8,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini menempati peringkat ketiga di provinsi Sulawesi Tengah, di bawah Kabupaten Morowali (1.028.923 rupiah, pertumbuhan 50,2 persen) dan Kota Palu (960.675 rupiah, pertumbuhan 15 persen). Pengeluaran bukan makanan ini mencakup berbagai kebutuhan seperti perawatan, rokok, dan sabun mandi, di mana pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai 178.123 rupiah per kapita sebulan.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Oman 2015 - 2024)
Kabupaten Morowali
Kabupaten Morowali menempati peringkat pertama di provinsi Sulawesi Tengah untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 dengan nilai 1.028.923 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 50,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya (685.197,61 rupiah). Untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan secara keseluruhan, wilayah ini juga peringkat pertama dengan 2.008.616 rupiah, meskipun pertumbuhannya hanya 2,1 persen. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Morowali tahun 2024 mencapai 979.693 rupiah, dengan pertumbuhan 27,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang juga membuatnya peringkat pertama di provinsi. Nilai ini menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Morowali memiliki daya beli yang tinggi untuk berbagai kebutuhan, termasuk makanan dan barang jasa non makanan seperti kecantikan.
Kota Palu
Kota Palu menempati peringkat kedua untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 dengan nilai 960.675 rupiah, mengalami pertumbuhan 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya (835.133,2 rupiah). Untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan secara keseluruhan, wilayah ini peringkat kedua dengan 1.668.616 rupiah, dengan pertumbuhan -0,5 persen (penurunan sedikit) dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Palu tahun 2024 mencapai 707.941 rupiah, dengan pertumbuhan 15,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ketiga di provinsi. Pengeluaran kecantikan di Kota Palu tahun 2024 mencapai 55.601 rupiah, dengan pertumbuhan 24,7 persen, yang membuatnya peringkat pertama di provinsi untuk kategori ini.
Kabupaten Banggai
Kabupaten Banggai menempati peringkat keempat di provinsi Sulawesi Tengah untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 dengan nilai 608.711 rupiah, mengalami pertumbuhan 10,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya (552.624,04 rupiah). Untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan secara keseluruhan, wilayah ini peringkat keempat dengan 1.314.629 rupiah, dengan pertumbuhan -2,2 persen (penurunan sedikit) dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Banggai tahun 2024 mencapai 705.918 rupiah, dengan pertumbuhan 22,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat keempat di provinsi. Pengeluaran kecantikan di wilayah ini tahun 2024 mencapai 35.452 rupiah, dengan pertumbuhan 19,8 persen, menempati peringkat keempat di provinsi.