Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk rokok dan tembakau di Kota Tomohon pada tahun 2025 mencapai 114326 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 13,9 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 132720 Rupiah per kapita per bulan. Selisih penurunan pengeluaran pada periode ini mencapai 18394 Rupiah per kapita setiap bulannya.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Australia 2024)
Berdasarkan catatan historis sejak tahun 2018, pengeluaran rokok dan tembakau Kota Tomohon mengalami pergerakan naik turun secara konsisten. Pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2024 dengan nilai 132720 Rupiah, sedangkan pengeluaran terendah terjadi pada tahun 2022 dengan nilai 90839 Rupiah per kapita per bulan. Terjadi anomali penurunan sebesar 20,5 persen pada tahun 2022, kemudian kembali naik sebesar 24,9 persen pada tahun 2023.
Pengeluaran rokok dan tembakau ini menempati porsi sebesar 52,3 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita untuk makanan jadi, serta setara dengan 126 persen nilai pengeluaran masyarakat untuk sabun mandi setiap bulannya. Jika dibandingkan total pengeluaran aneka barang dan jasa, porsi pengeluaran rokok dan tembakau mencapai 27,9 persen dari total nilai pengeluaran bulanan per kapita masyarakat Kota Tomohon.
Untuk peringkat se-provinsi Sulawesi Utara, Kota Tomohon menempati urutan ke 8 dari total 15 kabupaten dan kota yang ada di wilayah ini. Peringkat ini berada di atas Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara. Sedangkan secara nasional, Kota Tomohon menempati urutan 329 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau.
Terdapat perbedaan pergerakan pertumbuhan antar wilayah di Sulawesi Utara pada tahun 2025. Kabupaten Minahasa mencatat pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi di provinsi ini dengan nilai 172190 Rupiah dan mengalami kenaikan 21,5 persen. Di sisi lain Kota Manado justru mencatat penurunan sebesar 28,8 persen menjadi 106530 Rupiah, menjadi salah satu penurunan terbesar di wilayah Sulawesi Utara.
Kota Manado
(Baca: Bahan Bangunan Seperti Sekrup, Sirtu (pasir batu), dan Sheet (lembaran) seng pada Agustus 2026 Rata-rata Naik 4,58%)
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Manado menempati peringkat kedua pengeluaran total per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Sulawesi Utara tahun 2025 dengan nilai 1758282 Rupiah. Meskipun demikian, nilai ini mengalami penurunan sebesar 8,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran makanan, Kota Manado berada di peringkat keenam se-provinsi dengan nilai 800421 Rupiah per kapita per bulan dan mengalami penurunan 7,9 persen pada periode yang sama.
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa menjadi wilayah dengan pengeluaran total per kapita tertinggi di Sulawesi Utara tahun 2025 dengan nilai 1784943 Rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini juga mencatat peringkat pertama untuk pengeluaran makanan dengan nilai 932361 Rupiah, serta mengalami kenaikan 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Minahasa berada di peringkat keempat se-provinsi dan mengalami kenaikan sedikit sebesar 2,1 persen pada tahun 2025.
Kota Kotamobagu
Kota Kotamobagu menempati peringkat ketiga untuk total pengeluaran per kapita di Sulawesi Utara tahun 2025 dengan nilai 1712950 Rupiah. Wilayah ini mencatat penurunan sedikit sebesar 2,6 persen untuk total pengeluaran dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran makanan, Kota Kotamobagu berada di peringkat keempat se-provinsi dengan nilai 812666 Rupiah dan mengalami kenaikan sangat sedikit sebesar 0,6 persen pada periode laporan.
Kota Bitung
Kota Bitung tercatat berada di peringkat keempat untuk total pengeluaran per kapita se-provinsi Sulawesi Utara tahun 2025 dengan nilai 1702788 Rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 3,5 persen untuk total pengeluaran, serta penurunan 5,6 persen untuk kategori pengeluaran makanan. Untuk pengeluaran bukan makanan, Kota Bitung masih bertahan di peringkat ketiga se-provinsi dengan penurunan sangat kecil sebesar 1,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.