Pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pengeluaran mencapai Rp36.636 per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 13,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa sebesar Rp208.513, pengeluaran untuk kecantikan menyumbang sekitar 17,6%. Sementara itu, jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi sebesar Rp187.412, maka pengeluaran kecantikan mencapai 19,5%. Hal ini menandakan bahwa masyarakat Gowa semakin memperhatikan aspek kecantikan dalam pengeluaran bulanan mereka.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Jasa Pendidikan Periode 2013-2024)
Pengeluaran masyarakat Kabupaten Gowa secara keseluruhan menunjukkan pergeseran menarik. Data BPS menunjukkan, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan adalah Rp55.259, sementara untuk rokok dan tembakau mencapai Rp135.562. Ini mengindikasikan bahwa pengeluaran untuk kebutuhan non-primer seperti kecantikan semakin mendapat perhatian.
Secara historis, pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Gowa mengalami fluktuasi. Pada tahun 2018, angkanya adalah Rp20.463, kemudian sedikit naik menjadi Rp20.533 di tahun 2019. Tahun 2020 terjadi peningkatan cukup signifikan menjadi Rp22.043, namun sempat sedikit turun menjadi Rp21.935 pada tahun 2021. Peningkatan tajam terjadi pada tahun 2022 menjadi Rp31.340, dan terus naik hingga mencapai Rp36.636 pada tahun 2024. Kenaikan tertinggi ada di tahun 2022 dengan pertumbuhan mencapai 42,9% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2024, Kabupaten Gowa berada di peringkat ke-12 untuk pengeluaran kecantikan di antara kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Peringkat ini masih jauh di bawah Kota Parepare yang menduduki peringkat pertama dengan pengeluaran Rp77.324 per kapita per bulan. Kota Palopo berada di peringkat kedua dengan Rp65.640, disusul Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan di peringkat ketiga dengan Rp57.622.
BPS mencatat, Kota Makassar memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tertinggi di Sulawesi Selatan pada tahun 2024, yaitu sebesar Rp1.012.020, meningkat 8,9% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, Kabupaten Jeneponto memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan terendah, yaitu Rp331.985, mengalami penurunan 9% dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Keluarga Menggunakan Listrik Pln Periode 2014-2024)
Kota Makassar
Kota Makassar menempati posisi puncak dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan, dengan angka mencapai Rp791.682 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan sebesar 5,7% dari tahun sebelumnya. Kota ini juga menduduki peringkat pertama dalam total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar Rp1.803.702.
Kota Parepare
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Parepare mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu 28,5% menjadi Rp914.616 pada tahun 2024. Namun, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mengalami kenaikan yang lebih sedikit, yaitu 5,2% menjadi Rp621.292. Kota Parepare menduduki peringkat ke-3 untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan.
Kabupaten Enrekang
Kabupaten Enrekang mencatat pertumbuhan tertinggi dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan, mencapai 49,7% menjadi Rp737.416. Hal ini menempatkan Enrekang pada posisi keempat tertinggi di provinsi Sulawesi Selatan. Untuk pengeluaran bukan makanan, terjadi peningkatan 53.3% dengan total sebesar Rp658.827.
Kabupaten Jeneponto
Kabupaten Jeneponto menunjukkan nilai terendah dalam pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan yakni Rp456.856 dan bukan makanan sebesar Rp331.985. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mengalami penurunan 4.6% dari tahun sebelumnya dan bukan makanan turun 9%.