Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk sabun mandi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah sebesar 78780 Rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 15,3 persen dibandingkan tahun 2023 yang sempat mencapai 92983 Rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, catatan pengeluaran ini menunjukkan pergerakan naik turun yang tercatat selama tujuh tahun observasi data.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Bangli 0,73 Persen)
Pada tahun 2018 pengeluaran sabun mandi tercatat 52238 Rupiah, kemudian turun sedikit selama tiga tahun berturut-turut hingga mencapai titik terendah pada tahun 2021 sebesar 32908 Rupiah. Setelah tahun 2021 terjadi kenaikan sangat besar sebesar 84,5 persen pada tahun 2022, lalu naik kembali 53,1 persen pada tahun 2023 yang menjadi pengeluaran tertinggi sepanjang periode data. Penurunan pada tahun 2024 mengakhiri dua tahun berturut-turut kenaikan tajam yang terjadi sebelumnya.
Nilai pengeluaran sabun mandi tahun 2024 setara dengan 24,5 persen dari pengeluaran perawatan, 1071 persen dari pengeluaran kecantikan, serta 169 persen dari pengeluaran makanan jadi per kapita per bulan di wilayah ini. Dibandingkan total pengeluaran aneka barang dan jasa masyarakat, pengeluaran untuk sabun mandi menyumbang sebesar 24,5 persen dari seluruh pengeluaran rutin rumah tangga bulanan. Ini menunjukkan sabun mandi menjadi salah satu pos pengeluaran non makanan yang cukup besar bagi masyarakat Kabupaten Intan Jaya.
Untuk skala provinsi Papua Tengah, Kabupaten Intan Jaya menempati urutan keempat dari delapan kabupaten yang ada pada tahun 2024 untuk kategori pengeluaran sabun mandi. Urutan di atasnya secara berturut-turut adalah Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Nabire. Secara nasional, wilayah ini menempati peringkat 128 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk indikator yang sama. Peringkat ini tidak mengalami perubahan dibandingkan catatan tahun sebelumnya.
Kabupaten Puncak Jaya
Kabupaten Puncak Jaya mencatatkan pengeluaran sabun mandi tertinggi di Papua Tengah pada tahun 2024 dengan nilai 305985 Rupiah per kapita per bulan, mengalami kenaikan sebesar 14,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini juga konsisten menempati peringkat pertama provinsi untuk seluruh indikator pengeluaran rumah tangga, baik pengeluaran makanan, bukan makanan maupun total pengeluaran. Pada tahun 2024 pengeluaran makanan per kapita wilayah ini mencapai 2153526 Rupiah per bulan, naik sebesar 22 persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Bengkulu 2025)
Kabupaten Mimika
Kabupaten Mimika berada di urutan kedua provinsi untuk pengeluaran sabun mandi dengan nilai 133934 Rupiah pada tahun 2024, namun mengalami penurunan sangat besar sebesar 49,2 persen dibandingkan tahun 2023. Penurunan ini juga terjadi pada total pengeluaran rumah tangga wilayah tersebut yang turun 8,4 persen secara tahunan. Meskipun mengalami penurunan, wilayah ini tetap menempati peringkat kedua provinsi untuk total pengeluaran per kapita dengan nilai 2036080 Rupiah per bulan.
Kabupaten Nabire
Kabupaten Nabire mencatatkan pengeluaran sabun mandi sebesar 85359 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024, mengalami penurunan sedikit sebesar 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini konsisten berada di urutan ketiga provinsi untuk hampir seluruh indikator pengeluaran rumah tangga. Total pengeluaran per kapita Kabupaten Nabire tercatat 1906120 Rupiah per bulan pada tahun 2024, mengalami kenaikan sebesar 5,2 persen dibandingkan tahun 2023.
Kabupaten Dogiyai
Kabupaten Dogiyai berada di urutan kelima setelah Kabupaten Intan Jaya dengan pengeluaran sabun mandi sebesar 59836 Rupiah pada tahun 2024, mengalami kenaikan sebesar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 30,3 persen pada tahun 2024, menjadi pertumbuhan tertinggi di seluruh kabupaten di Papua Tengah untuk indikator tersebut. Total pengeluaran rumah tangga per kapita wilayah ini mencapai 1216545 Rupiah per bulan, naik 16,5 persen secara tahunan.