Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Bulungan sebesar 254159 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 10,8 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencatat angka 284872 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, tercatat pergerakan angka pengeluaran yang berubah setiap tahun tanpa pola stagnan.
(Baca: Harga Timah Naik Menjadi US$54.750 per Ton per Rabu, 27 Mei 2026)
Sepanjang tujuh tahun data tercatat, pengeluaran tertinggi untuk kategori ini terjadi pada tahun 2023. Sebelumnya pada tahun 2019 terjadi kenaikan sebesar 45,9 persen yang menjadi kenaikan terbesar sepanjang periode pengamatan. Penurunan pertama terjadi pada tahun 2021 sebesar 15,1 persen, sebelum kemudian kembali naik secara bertahap hingga mencapai nilai tertinggi pada tahun 2023.
Pada tahun 2024, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menyumbang sekitar 13,8 persen dari total pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Bulungan yang mencapai 1836102 rupiah. Nilai ini juga berada di bawah pengeluaran untuk rokok dan tembakau, namun berada di atas rata-rata pengeluaran untuk sabun mandi, perawatan serta kecantikan per kapita setiap bulannya.
Berdasarkan data perbandingan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Bulungan menempati urutan pertama untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Di bawahnya berturut-turut terdapat Kota Tarakan dengan nilai 240191 rupiah, Kabupaten Malinau 187870 rupiah, Kabupaten Nunukan 186924 rupiah dan Kabupaten Tana Tidung 183548 rupiah. Posisi peringkat ini tidak berubah dibandingkan catatan tahun sebelumnya.
Kabupaten Bulungan
Untuk total pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Bulungan mencatat angka 930575 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024 dengan pertumbuhan naik 11,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan pertama se-Provinsi Kalimantan Utara untuk kategori ini, mengungguli seluruh kabupaten dan kota lain meskipun untuk kategori makanan dan minuman jadi mengalami penurunan pada tahun yang sama. Total pengeluaran keseluruhan masyarakat wilayah ini juga masih tertinggi di seluruh provinsi meskipun mengalami penurunan sebesar 20,1 persen dibandingkan tahun 2023.
(Baca: Nilai Ekspor SITC Kode 02 Hasil Susu dan Telur Periode 2023-2026)
Kabupaten Malinau
Kabupaten Malinau menjadi satu-satunya wilayah di Kalimantan Utara yang mencatat kenaikan untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi pada tahun 2024, dengan pertumbuhan sebesar 15,7 persen. Wilayah ini juga mencatat pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 11,7 persen, serta pertumbuhan pengeluaran makanan umum tertinggi sebesar 19,3 persen yang menjadikannya urutan pertama untuk kategori makanan umum. Untuk total pengeluaran keseluruhan, wilayah ini naik satu peringkat menjadi urutan kedua di provinsi pada tahun 2024.
Kota Tarakan
Kota Tarakan mencatat penurunan pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 7 persen pada tahun 2024, dengan nilai akhir 240191 rupiah per kapita per bulan. Wilayah yang sebelumnya menjadi wilayah dengan pengeluaran bukan makanan tertinggi pada tahun 2023, justru mengalami penurunan sebesar 8,5 persen pada tahun 2024 sehingga turun ke urutan keempat untuk kategori tersebut. Total pengeluaran keseluruhan masyarakat Kota Tarakan juga mengalami penurunan sebesar 13,8 persen pada tahun yang sama.
Kabupaten Tana Tidung dan Nunukan
Kabupaten Tana Tidung mencatat penurunan pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 5,2 persen pada tahun 2024, sedangkan Kabupaten Nunukan hanya mengalami penurunan sedikit sebesar 1,2 persen. Kedua wilayah ini secara berturut-turut menempati urutan keempat dan kelima untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi di provinsi. Kedua wilayah juga masih mencatat pertumbuhan positif untuk pengeluaran bukan makanan, masing-masing sebesar 5,6 persen dan 5,7 persen pada tahun 2024.