Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Manokwari mencapai 213790 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 8,1 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 15928,9 rupiah per orang setiap bulannya. Pada tahun ini, Kabupaten Manokwari menempati urutan kedua tertinggi se-Provinsi Papua Barat, urutan kedelapan se-Pulau Papua, serta urutan 193 dari seluruh kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
(Baca: Pengeluaran per Kapita DKI Jakarta 2025: Kenaikan Jadi Rp2,96 Juta per Bulan)
Berdasarkan catatan historis sejak tahun 2018, nilai pengeluaran kategori ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 tercatat kenaikan sebesar 42,8 persen yang merupakan kenaikan tertinggi sepanjang periode data. Setelah itu terjadi penurunan dua tahun berturut-turut yaitu sebesar 15,6 persen pada tahun 2020 dan 22,5 persen pada tahun 2021. Kenaikan kembali terjadi mulai tahun 2022, hingga mencapai nilai pengeluaran tertinggi sepanjang catatan pada tahun 2024 ini.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi ini menyumbang 10 persen dari total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan seluruh kategori barang dan jasa masyarakat Kabupaten Manokwari. Nilai ini lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 214177 rupiah per kapita per bulan, juga lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk perawatan serta sabun mandi yang masing-masing mencapai 93095 rupiah dan 99327 rupiah per kapita setiap bulan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat untuk periode 2024 di Provinsi Papua Barat, hanya dua kabupaten yang mencatatkan nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi di atas 200 ribu rupiah. Kabupaten Manokwari Selatan menempati urutan pertama dengan nilai 214215 rupiah, hanya berselisih sekitar 425 rupiah dari nilai Kabupaten Manokwari. Tiga urutan berikutnya diisi oleh Kabupaten Teluk Bintuni dengan 177685 rupiah, Kabupaten Kaimana 172307 rupiah, dan Kabupaten Fak Fak dengan nilai 136302 rupiah.
Dari seluruh kabupaten yang dicatat, hanya tiga wilayah yang mengalami kenaikan nilai pengeluaran kategori ini pada tahun 2024. Selain Kabupaten Manokwari, kenaikan juga terjadi pada Kabupaten Manokwari Selatan sebesar 32 persen, Kabupaten Kaimana sebesar 4,8 persen dan Kabupaten Pegunungan Arfak sebesar 14,5 persen. Empat kabupaten lain tercatat mengalami sedikit penurunan nilai pengeluaran dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Manokwari
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total pengeluaran per kapita per bulan seluruh kategori makanan dan bukan makanan di Kabupaten Manokwari mencapai 2137560 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami sedikit penurunan sebesar 3,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga menempatkan wilayah ini pada urutan ketiga tertinggi di seluruh Provinsi Papua Barat. Khusus untuk kategori pengeluaran makanan secara keseluruhan, wilayah ini mencatatkan kenaikan sebesar 8,8 persen dan tetap berada di urutan ketiga seprovinsi. Penurunan terjadi pada kategori pengeluaran bukan makanan yang turun sebesar 12,2 persen dibandingkan tahun 2023.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Papua Barat | 2024)
Kabupaten Manokwari Selatan
Kabupaten Manokwari Selatan mencatatkan total pengeluaran seluruh kategori sebesar 2153995 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 4,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga berhasil menaikkan posisi menjadi urutan kedua tertinggi seprovinsi. Kategori pengeluaran makanan naik sebesar 4,3 persen, sedangkan kategori bukan makanan mengalami kenaikan sebesar 4,9 persen. Untuk kategori makanan dan minuman jadi, wilayah ini berhasil menyalip Kabupaten Manokwari dan menempati urutan pertama pada tahun 2024.
Kabupaten Teluk Bintuni
Kabupaten Teluk Bintuni masih menempati urutan pertama tertinggi untuk total pengeluaran masyarakat se-Provinsi Papua Barat meskipun mengalami penurunan. Pada tahun 2024 total pengeluaran seluruh kategori mencapai 2392406 rupiah per kapita per bulan, atau turun sebesar 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Khusus untuk kategori makanan dan minuman jadi, wilayah ini mengalami penurunan sebesar 13,2 persen sehingga posisinya turun dari urutan pertama pada tahun 2023 menjadi urutan ketiga pada tahun 2024. Penurunan paling dalam terjadi pada kategori pengeluaran makanan secara keseluruhan yang turun sebesar 10,9 persen.
Kabupaten Kaimana
Kabupaten Kaimana menempati urutan keempat untuk total pengeluaran masyarakat seluruh kategori pada tahun 2024 dengan nilai 1985631 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 6,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi ini. Kategori pengeluaran makanan secara keseluruhan naik sebesar 8,1 persen, sedangkan kategori bukan makanan naik sebesar 4,3 persen. Untuk kategori makanan dan minuman jadi, wilayah ini tetap berada di urutan keempat seprovinsi dengan kenaikan sebesar 4,8 persen pada tahun 2024.