Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk kecantikan di Kabupaten Banjar tahun 2024 mencapai 35438 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 7,9 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 32847 Rupiah. Sepanjang periode 2018 sampai 2024, catatan pengeluaran tertinggi untuk kategori ini terjadi pada tahun 2021 dengan nilai 50700 Rupiah per kapita setiap bulannya.
(Baca: Daftar 10 Siswa Lolos Ujian Masuk SMA1 Kota Depok 2025)
Berdasarkan perhitungan, pengeluaran kecantikan di wilayah ini menyumbang sekitar 16,8 persen dari total pengeluaran perawatan bulanan masyarakat. Nilai ini juga setara dengan 12,5 persen dari pengeluaran rokok dan tembakau, serta 65,2 persen dari pengeluaran sabun mandi per kapita setiap bulannya. Untuk kategori pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran kecantikan hanya mencapai 12,5 persen dari total pengeluaran bulanan untuk kategori tersebut.
Sepanjang tujuh tahun data tercatat, pengeluaran kecantikan Kabupaten Banjar mengalami pergerakan naik turun yang jelas. Setelah penurunan pada tahun 2019, terjadi kenaikan besar secara berturut-turut sampai mencapai angka tertinggi pada tahun 2021. Setelah tahun 2021, terjadi penurunan selama dua tahun berturut-turut sebelum akhirnya terjadi kenaikan sedikit pada tahun 2024. Rata-rata pengeluaran kecantikan dalam lima tahun terakhir tercatat sebesar 39047 Rupiah, sehingga nilai tahun 2024 masih berada di bawah rata-rata periode tersebut.
Pada tingkat provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Banjar menempati urutan ke 13 dari seluruh kabupaten dan kota yang ada untuk kategori pengeluaran kecantikan tahun 2024. Lima wilayah dengan pengeluaran kecantikan tertinggi di provinsi ini secara berurutan adalah Kabupaten Tabalong sebesar 66969 Rupiah, Kota Banjarmasin 53752 Rupiah, Kabupaten Tanah Bumbu 51363 Rupiah, Kabupaten Hulu Sungai Utara 49512 Rupiah dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan 46721 Rupiah. Dari seluruh wilayah tersebut, hanya Kabupaten Tabalong yang mencatat pertumbuhan di atas 100 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Banjar
Untuk total pengeluaran per kapita bulanan seluruh kategori, Kabupaten Banjar menempati urutan ke 10 dari 13 wilayah di Kalimantan Selatan tahun 2024 dengan nilai total 1327074 Rupiah. Pengeluaran makanan masyarakat wilayah ini tercatat sebesar 749294 Rupiah per kapita setiap bulan, dan mengalami kenaikan sebesar 8,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara untuk pengeluaran bukan makanan, tercatat nilai 577779 Rupiah dengan penurunan sedikit sebesar 2,7 persen pada periode yang sama. Posisi ranking ini tidak mengalami perubahan dibandingkan catatan tahun sebelumnya.
(Baca: Harga Emas Hari Ini Jumat, 15 Mei 2026 Turun Rp20.000,0)
Kota Banjar Baru
Kota Banjar Baru secara konsisten menempati urutan pertama pengeluaran total per kapita di seluruh wilayah Kalimantan Selatan tahun 2024 dengan nilai 1868538 Rupiah. Meskipun menjadi wilayah dengan daya beli tertinggi, pengeluaran kecantikan kota ini justru mengalami penurunan sebesar 14,5 persen pada tahun 2024. Pengeluaran makanan masyarakat kota ini tercatat stagnan di angka 869539 Rupiah, sementara pengeluaran bukan makanan mengalami penurunan sedikit sebesar 3,1 persen dibandingkan tahun 2023.
Kabupaten Tabalong
Kabupaten Tabalong mencatat pertumbuhan pengeluaran kecantikan tertinggi se-Kalimantan Selatan pada tahun 2024 dengan kenaikan mencapai 105,6 persen. Wilayah ini menempati urutan ke empat untuk total pengeluaran per kapita seluruh kategori dengan nilai 1677695 Rupiah. Pengeluaran makanan wilayah ini tumbuh sebesar 3 persen, sementara pengeluaran bukan makanan naik sebesar 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini membuat posisi ranking Kabupaten Tabalong tetap stabil di urutan ke empat se-provinsi.
Kota Banjarmasin
Kota Banjarmasin menempati urutan ketiga untuk total pengeluaran per kapita se-provinsi tahun 2024 dengan nilai 1793372 Rupiah. Pengeluaran kecantikan kota ini tumbuh sebesar 17,2 persen pada tahun 2024 dan menempati urutan kedua se-provinsi untuk kategori tersebut. Pengeluaran makanan masyarakat kota ini mengalami kenaikan sebesar 7 persen, sementara pengeluaran bukan makanan naik sebesar 12,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi ranking wilayah ini juga tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya.