IHSG "Rebound" 5,65% ke Level 5.278 (Selasa, 20 Oktober 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 5,65% ke level 5.278,89 pada penutupan perdagangan Selasa (20/10/2026). Kenaikan terjadi setelah indeks anjlok dalam dua hari terakhir, seperti terlihat pada grafik.
Menurut analis BRI Danareksa Sekuritas Helmy Kristanto, ada beberapa sentimen yang mendorong penguatan indeks sore ini.
Salah satunya upaya sejumlah emiten yang menyiapkan dana buyback sehingga berpotensi menopang permintaan saham di tengah volatilitas pasar.
Selain itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana memperluas keterbukaan informasi mengenai afiliasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% serta mengecualikan saham berstatus high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.
"Implementasi kebijakan ini menjadi perhatian untuk memulihkan kepercayaan investor," kata Helmy, dilansir dari Antara.
(Baca: 20 Emiten dengan Konsentrasi Kepemilikan Saham Tertinggi di BEI sampai Oktober 2026)
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh atau 11 sektor saham dalam negeri menguat hari ini.
Sektor transportasi memimpin dengan kenaikan hingga 8,55%, diikuti sektor barang baku dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik 6,62% dan 5,6%.
Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini mencapai 2,5 juta kali transaksi, total saham berpindah tangan 56,79 miliar lembar dengan nilai total transaksi Rp26,54 triliun.
Sebanyak 670 saham ditutup menguat hari ini, 99 saham melemah, dan 30 saham stagnan.
Emiten top gainer hari ini adalah ATLA yang melonjak 33,33%, diikuti BBSS yang naik 25,45%. Adapun PNSE, SHID, SOTS, dan TRUK kompak terbang 25%.
Sementara itu AMMS menjadi emiten top loser setelah turun 10%, diikuti LUCY yang melemah 9,91% dan HBAT yang terkoreksi 9,88%.
Berbeda dengan IHSG, bursa kawasan Asia sore ini cenderung melemah. Indeks Nikkei turun 1,30% ke 64.075,42; indeks Hang Seng turun 1,32% ke 23.867,74; indeks Strait Times turun 0,15% ke 5.404,02; sedangkan indeks Shanghai naik 0,12% ke 3.735,37.
(Baca: 20 Emiten dengan Rasio Saham Free Float Terbesar di BEI sampai Agustus 2026)
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Sep) | 3,28% | +0.09 | |
| Inflasi mom (Agu) | 0,21% | +0.35 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.998 | -0.28 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Ekspor Migas (Agu) | 992,20 | +25.98 | |
| Neraca perdagangan (Agu) | 3,55 | +2,814.03 | |
| Impor Migas (Agu) | 3,53 | -6.37 | |
| Ekspor (Agu) | 26,61 | +1.51 | |
| Impor (Agu) | 23,06 | -11.63 | |
| Kunjungan Wisman (Agu) | 1,60 | +4.89 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |