Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Transportasi dan Pergudangan Provinsi Kalimantan Timur pada akhir tahun 2025 mencapai nilai 19.626,14 Rp miliar. Sepanjang periode 2010 hingga 2025, sektor ini mencatatkan tren naik secara konsisten dengan total perubahan nilai sebesar 125,99% selama 16 tahun, atau rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 5,58%. Pada tahun 2025, sektor ini tumbuh 8,52% dibandingkan tahun sebelumnya, mendekati rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir yang mencapai 8,71%, dan juga melampaui rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir sebesar 8,16%.
(Baca: Provinsi dengan PDRB ADHK Sektor Jasa Lainnya Tertinggi di Indonesia (2025))
Sepanjang catatan historis, Kalimantan Timur secara konsisten menempati peringkat 1 teratas sektor transportasi dan pergudangan di seluruh wilayah Pulau Kalimantan sejak tahun 2010 hingga 2025 tanpa ada pergeseran posisi. Secara nasional, peringkat provinsi ini sempat stabil di urutan 8 selama 13 tahun berturut-turut, sebelum turun satu peringkat menjadi urutan 9 nasional mulai tahun 2023 dan bertahan hingga akhir 2025. Kenaikan tertinggi sepanjang periode terjadi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 11,76%, sedangkan satu-satunya kontraksi terjadi pada tahun 2020 dengan penurunan sebesar 6,58%.
Pada tahun 2025, nilai PDRB sektor ini Kalimantan Timur berada di atas nilai rata-rata seluruh periode historis yang tercatat sebesar 13.342,47 Rp miliar. Dari 16 periode pengamatan, sebanyak 14 tahun mengalami pertumbuhan positif, hanya 1 kali mengalami penurunan, dan tidak ada periode stagnan. Rata-rata pertumbuhan 4 tahun terakhir tercatat 9,47%, menjadi periode pertumbuhan terbaik secara berkelanjutan dibanding seluruh catatan historis sektor ini di provinsi tersebut.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan menempati urutan kedua sektor transportasi dan pergudangan di Pulau Kalimantan pada tahun 2025, dengan nilai total PDRB ADHK mencapai 11.827,2 Rp miliar. Sektor ini tumbuh 8,17% pada tahun terakhir, dengan selisih peningkatan nilai sebesar 893,1 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 12, terpaut sekitar 7.798,94 Rp miliar dari nilai Kalimantan Timur yang menempati urutan teratas di pulau yang sama. Pertumbuhan tahun ini sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir wilayah ini.
Sumatera Utara
Sumatera Utara mencatatkan nilai PDRB ADHK sektor transportasi dan pergudangan sebesar 32.616,04 Rp miliar pada tahun 2025, menempati peringkat pertama di Pulau Sumatera serta peringkat 6 secara nasional. Sektor ini tumbuh 10,74% pada tahun terakhir, dengan peningkatan nilai sebesar 3.162,92 Rp miliar. Nilai wilayah ini hampir 1,66 kali lipat lebih besar dibanding nilai Kalimantan Timur pada periode yang sama, menjadikannya salah satu wilayah dengan kinerja sektor transportasi dan pergudangan terkuat di Indonesia pada tahun 2025.
(Baca: 4,97% Penduduk di Kota Padang Panjang Masuk Kategori Miskin)
Sumatera Barat
Sumatera Barat berada di peringkat kedua Pulau Sumatera dan peringkat 7 nasional untuk sektor transportasi dan pergudangan tahun 2025, dengan total nilai PDRB tercatat 21.245,46 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan hampir stagnan yaitu -0,01% pada tahun terakhir, dengan penurunan nilai sedikit sebesar 2,83 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, nilai total wilayah ini masih berada di atas nilai Kalimantan Timur, dengan selisih sekitar 1.619,32 Rp miliar di tahun yang sama.
Lampung
Lampung menempati urutan ketiga di Pulau Sumatera serta peringkat 8 nasional untuk sektor ini pada tahun 2025, dengan nilai PDRB ADHK tercatat 20.606,71 Rp miliar. Sektor transportasi dan pergudangan di Lampung tumbuh 7,32% pada tahun terakhir, dengan peningkatan nilai sebesar 1.404,93 Rp miliar. Nilai wilayah ini masih sedikit di atas Kalimantan Timur, dengan selisih sekitar 980,57 Rp miliar, dan menjadi provinsi terakhir yang masih berada di atas Kalimantan Timur dalam daftar peringkat nasional tahun 2025.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menjadi pemimpin sektor transportasi dan pergudangan di Pulau Sulawesi pada tahun 2025, dengan nilai PDRB tercatat 14.345,44 Rp miliar dan menempati peringkat 10 secara nasional. Sektor ini tumbuh 4,81% pada tahun terakhir, dengan peningkatan nilai sebesar 658,71 Rp miliar. Peringkat nasional Sulawesi Selatan berada tepat satu tingkat di bawah Kalimantan Timur, dengan selisih nilai sekitar 5.280,7 Rp miliar dibandingkan provinsi asal Kalimantan tersebut pada periode yang sama.
Aceh
Aceh menempati urutan keempat di Pulau Sumatera serta peringkat 11 nasional untuk sektor transportasi dan pergudangan tahun 2025, dengan total nilai PDRB ADHK tercatat 12.034,61 Rp miliar. Sektor ini tumbuh 6% pada tahun terakhir, dengan peningkatan nilai sebesar 681,47 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya. Nilai Aceh hanya terpaut sekitar 207,41 Rp miliar di atas Kalimantan Selatan, namun masih berada sekitar 7.591,53 Rp miliar di bawah nilai Kalimantan Timur pada tahun yang sama.