Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2025 mencapai 77.110 pekerja. Nilai ini merupakan rekor tertinggi sepanjang periode pengamatan 11 tahun sejak 2015. Pada tahun 2025 terjadi kenaikan sebesar 7.138 pekerja atau tumbuh 10,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang periode 2015 hingga 2025, total peningkatan jumlah pekerja sektor ini mencapai 17,84 persen dengan tren pertumbuhan konsisten naik.
(Baca: 6,24% Penduduk di Kota Pematang Siantar Masuk Kategori Miskin)
Sepanjang sejarah data, penurunan terdalam terjadi pada tahun 2021 dengan penurunan sebesar 13.216 pekerja atau kontraksi 17,42 persen. Sebaliknya kenaikan tertinggi tercatat pada tahun 2025 lalu. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 5,75 persen, angka ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya tercatat 0,81 persen. Peringkat Kepulauan Bangka Belitung di wilayah Pulau Sumatera tetap konsisten berada di urutan 9 selama seluruh periode pengamatan.
Untuk tingkat nasional, pada tahun 2025 provinsi ini menempati peringkat 23 dari seluruh provinsi di Indonesia. Rata-rata jumlah pekerja sektor pertanian selama 11 tahun adalah 68.343 pekerja, dimana nilai tahun 2025 berada di atas nilai rata-rata keseluruhan periode. Dari total 11 tahun pengamatan, terdapat 8 tahun mengalami pertumbuhan positif dan hanya 2 tahun yang mencatatkan penurunan jumlah pekerja.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah menempati peringkat 2 wilayah pulau Sulawesi dan peringkat 20 nasional untuk jumlah pekerja sektor pertanian pada tahun tercatat. Nilai pekerja pada wilayah ini mencapai 109.105 pekerja, angka ini mengalami penurunan sedikit sebesar 6,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan pengurangan total sebesar 7.194 pekerja. Nilai pekerja di Sulawesi Tengah tercatat 41,5 persen lebih tinggi dibandingkan nilai yang dicatatkan oleh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada periode yang sama.
Sulawesi Utara
Pada posisi peringkat 3 wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 21 nasional, Sulawesi Utara memiliki jumlah pekerja sektor pertanian sebesar 101.520 pekerja. Wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 10,62 persen atau berkurang 12.058 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan, total jumlah pekerja di Sulawesi Utara masih berada 31,7 persen di atas nilai pekerja Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2025.
(Baca: Gempa Terkini 4,3 M Guncang Bone Bolango, Ini Penjelasan BMKG)
Bali
Bali menempati peringkat 3 wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 22 nasional dengan total jumlah pekerja sektor pertanian mencapai 84.322 pekerja. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 14,26 persen atau berkurang 14.021 pekerja dibandingkan periode sebelumnya. Nilai pekerja Bali masih tercatat 9,3 persen lebih tinggi dibandingkan nilai yang dicapai Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2025.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat menempati posisi peringkat 4 wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 24 nasional dengan jumlah pekerja sektor pertanian mencapai 65.418 pekerja. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan yaitu sebesar 33,89 persen atau bertambah 16.559 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai pekerja Sulawesi Barat tercatat 15,2 persen lebih rendah dibandingkan nilai Kepulauan Bangka Belitung periode 2025.
Gorontalo
Gorontalo berada di peringkat 5 wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 25 nasional dengan total pekerja sektor pertanian sebesar 53.678 pekerja. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,11 persen atau bertambah sebanyak 3.092 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah pekerja Gorontalo tercatat 30,4 persen lebih rendah dibandingkan jumlah pekerja yang dicapai Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2025.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta menempati posisi peringkat 5 wilayah Pulau Jawa dan peringkat 26 nasional dengan jumlah total pekerja sektor pertanian mencapai 43.791 pekerja. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,34 persen atau bertambah sebanyak 5.154 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai pekerja DI Yogyakarta tercatat 43,2 persen lebih rendah dibandingkan nilai pekerja Kepulauan Bangka Belitung pada periode tahun 2025.