Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga akhir tahun 2025, Kabupaten Tuban Jawa Timur memiliki 316 desa yang sudah terjangkau jaringan sinyal 4G/LTE. Selama periode pencatatan 2018 sampai 2025, tidak pernah terjadi penurunan jumlah desa terlayani, dengan total peningkatan mencapai 110,67 persen atau lebih dari dua kali lipat dari kondisi awal tahun 2018 yang hanya mencakup 150 desa. Rata-rata pertumbuhan tahunan selama periode ini mencapai 16,07 persen.
(Baca: Pengeluaran Penduduk Kabupaten Boyolali untuk Membeli Makanan dan Minuman Jadi per Minggu)
Kenaikan tertinggi jumlah desa sinyal 4G di Kabupaten Tuban terjadi pada tahun 2019 dengan penambahan 104 desa atau pertumbuhan 69,33 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara kenaikan terendah tercatat pada tahun 2021 yang hanya menambah 1 desa. Pertumbuhan rata-rata 3 tahun terakhir sebesar 3,17 persen, menurun secara signifikan dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang mencapai 18,45 persen.
Pada tahun 2025, Kabupaten Tuban berada di peringkat 23 dari seluruh kabupaten kota di Pulau Jawa untuk indikator jumlah desa sinyal 4G, sedangkan secara nasional daerah ini menempati urutan 38. Selama 5 tahun terakhir peringkat Kabupaten Tuban di level pulau sempat mencapai posisi terbaik 19 pada tahun 2020, sebelum kembali bergeser ke posisi 23 di tahun terbaru.
Kabupaten Konawe
Kabupaten Konawe menempati urutan 3 se-Pulau Sulawesi dan peringkat 36 secara nasional untuk indikator jumlah desa sinyal 4G di tahun 2025, dengan total 324 desa yang sudah terjangkau jaringan. Daerah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,62 persen pada tahun terakhir, hanya menambah 2 desa dibanding periode sebelumnya. Nilai ini menjadikan Konawe sebagai daerah dengan pertumbuhan paling sedikit diantara kelompok wilayah perbandingan, namun tetap mempertahankan posisi teratas untuk besaran jumlah desa terlayani.
Kabupaten Banggai
Dengan total 322 desa terjangkau sinyal 4G, Kabupaten Banggai berada di peringkat 4 se-Pulau Sulawesi dan urutan 37 secara nasional tahun 2025. Pertumbuhan tahun terakhir daerah ini tercatat 1,58 persen dengan penambahan 5 desa baru. Nilai jumlah desa terlayani Banggai hanya terpaut 2 desa dibanding Kabupaten Konawe di atasnya, dengan selisih pertumbuhan hampir 3 kali lipat lebih tinggi dibanding Konawe pada periode yang sama.
(Baca: 15,8% Penduduk di Kabupaten Nias Utara Beragama Katolik)
Kabupaten Indramayu
Kabupaten Indramayu mencatatkan 316 desa yang sudah memiliki jaringan 4G/LTE pada tahun 2025, menempati posisi 23 se-Pulau Jawa dan peringkat 38 secara nasional. Pertumbuhan di daerah ini hanya tercatat 0,32 persen dengan penambahan 1 desa saja pada tahun terakhir. Nilai jumlah desa terlayani Indramayu sama persis dengan Kabupaten Tuban Jawa Timur, serta menempati peringkat nasional yang identik pada tahun pencatatan terbaru.
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Sumatera tercatat memiliki 309 desa terjangkau sinyal 4G pada tahun 2025, menempati urutan 12 se-Pulau Sumatera dan peringkat 40 secara nasional. Daerah ini mencatatkan pertumbuhan 2,66 persen dengan penambahan 8 desa baru pada tahun terakhir, menjadi pertumbuhan tertinggi kedua diantara kelompok wilayah perbandingan. Nilai jumlah desa terlayani daerah ini 7 desa lebih rendah dibanding Kabupaten Tuban dan Indramayu.
Kabupaten Serang
Kabupaten Serang Banten berada di peringkat 25 se-Pulau Jawa dan urutan 40 secara nasional untuk indikator jumlah desa sinyal 4G tahun 2025, dengan total 309 desa yang sudah terlayani jaringan. Daerah ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan yaitu 4,39 persen dengan penambahan 13 desa baru pada tahun terakhir. Meskipun memiliki pertumbuhan tercepat, nilai absolut jumlah desa terlayani Serang masih berada di urutan terbawah dari kelompok perbandingan ini.