Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk laki-laki di perdesaan Kalimantan Timur yang mengalami keluhan kesehatan pada tahun 2025 sebesar 17,6 persen. Nilai ini menunjukkan kenaikan sedikit sebesar 2,06 persen dibandingkan tahun 2024, namun secara tren jangka panjang data historis sejak 2009 menunjukkan pola penurunan keseluruhan. Selama 17 tahun periode pencatatan, total penurunan persentase keluhan kesehatan mencapai 35,32 persen, dengan rata-rata penurunan tahunan sebesar 2,69 persen.
(Baca: Statistik Nilai Investasi PMA Sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, bukan Mesin dan Peralatannya Periode 2013-2025)
Sepanjang riwayat data, kenaikan tertinggi persentase keluhan kesehatan terjadi pada tahun 2022 dengan lonjakan 119,88 persen menjadi 30,19 persen, menjadikan tahun tersebut sebagai titik tertinggi catatan sepanjang masa. Sebaliknya penurunan terendah tercatat pada tahun 2021 dimana nilai hanya mencapai 13,73 persen, turun sebesar 30,97 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir menunjukkan penurunan sebesar 14,41 persen, kondisi ini secara signifikan lebih baik dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang masih tercatat positif 9,14 persen.
Untuk posisi peringkat di wilayah Pulau Kalimantan, Kalimantan Timur berada di peringkat 5 pada tahun 2025, turun satu peringkat dibandingkan tahun 2022 yang sempat menempati posisi 3. Secara nasional, provinsi ini menduduki peringkat 30 dari seluruh provinsi di Indonesia. Nilai 17,6 persen tahun 2025 ini juga tercatat berada dibawah rata-rata catatan keseluruhan periode yang mencapai 21,57 persen. Dari 16 periode perubahan tahunan, tercatat 10 kali terjadi penurunan nilai dan 6 kali terjadi kenaikan nilai.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah mencatat nilai persentase keluhan kesehatan laki-laki perdesaan sebesar 19,82 persen, berada di peringkat 6 wilayah pulau Sulawesi dan peringkat 27 secara nasional. Provinsi ini mengalami penurunan nilai sebesar 0,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan turun 1,1 persen. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan catatan Kalimantan Timur, dengan selisih sebesar 2,22 poin persentase, menjadikan Sulawesi Tengah memiliki tingkat keluhan kesehatan yang lebih tinggi dibanding Kalimantan Timur pada periode yang sama.
Riau
Riau berada di peringkat 9 wilayah pulau Sumatera dan peringkat 28 secara nasional untuk indikator ini, dengan nilai akhir tercatat 18,92 persen. Terjadi penurunan nilai sebesar 2,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan persentase pertumbuhan turun 10,59 persen. Nilai ini masih berada diatas catatan Kalimantan Timur, dengan selisih 1,32 poin persentase. Meskipun mengalami penurunan yang cukup besar pada tahun terakhir, posisi peringkat nasional Riau masih lebih baik 2 tingkat dibandingkan Kalimantan Timur.
Kepulauan Riau
(Baca: Statistik Jumlah Kota Periode 2013-2025)
Kepulauan Riau mencatat nilai 17,71 persen untuk persentase keluhan kesehatan laki-laki perdesaan, menduduki peringkat 10 wilayah Sumatera dan peringkat 29 secara nasional. Terjadi kenaikan sedikit sebesar 0,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan sebesar 4,73 persen. Nilai ini hampir setara dengan catatan Kalimantan Timur, hanya terpaut selisih 0,11 poin persentase. Secara peringkat nasional, Kepulauan Riau berada satu tingkat diatas Kalimantan Timur, meskipun nilai indikator keduanya terpaut sangat kecil.
Maluku
Maluku menjadi provinsi dengan peringkat teratas kelompok perbandingan untuk indikator ini, dengan nilai akhir tercatat 17,24 persen dan menduduki peringkat 1 wilayah Maluku serta peringkat 31 nasional. Terjadi kenaikan sebesar 5,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan mencapai 46,23 persen. Nilai ini sedikit lebih rendah dibandingkan Kalimantan Timur, dengan selisih 0,36 poin persentase. Peringkat nasional Maluku berada satu tingkat dibawah Kalimantan Timur meskipun memiliki nilai persentase keluhan kesehatan yang lebih rendah.
Papua Selatan
Papua Selatan mencatat nilai persentase keluhan kesehatan sebesar 16,68 persen, menduduki peringkat 2 wilayah Papua dan peringkat 32 secara nasional. Terjadi penurunan sebesar 4,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan persentase pertumbuhan tercatat -21,69 persen. Nilai ini lebih rendah sebesar 0,92 poin persentase dibandingkan catatan Kalimantan Timur. Peringkat nasional Papua Selatan berada dua tingkat dibawah Kalimantan Timur, menjadikannya salah satu provinsi dengan tingkat keluhan kesehatan laki-laki perdesaan terendah di Indonesia.
Papua
Papua berada di peringkat 3 wilayah Papua dan peringkat 33 secara nasional untuk indikator ini, dengan nilai akhir tercatat 15,76 persen. Terjadi kenaikan sebesar 3,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan persentase pertumbuhan mencapai 32,77 persen. Nilai ini merupakan yang terendah dari seluruh provinsi dalam kelompok perbandingan, lebih rendah sebesar 1,84 poin persentase dibandingkan catatan Kalimantan Timur. Peringkat nasional Papua berada tiga tingkat dibawah Kalimantan Timur, menjadikannya provinsi dengan tingkat keluhan kesehatan laki-laki perdesaan terendah dari kelompok data yang dibandingkan.