Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2024 mencapai Rp 236,88 triliun. Nilai ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,57% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan selama lima tahun terakhir (2020-2024) yang mencapai 5,73%.
Secara historis, pertumbuhan tertinggi PDRB ADHB sektor ini di Jawa Tengah terjadi pada tahun 2016 dengan angka 11,94%. Sementara itu, pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2018 dengan angka 2,61%. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan PDRB cenderung fluktuatif. Tahun 2024 menunjukkan peningkatan setelah sempat melambat pada tahun 2021 dan 2022.
(Baca: Produksi Cengkeh Periode 2015-2023)
Pada tahun 2024, Jawa Tengah menempati peringkat ke-3 di Pulau Jawa dalam kontribusi PDRB ADHB sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Nilai PDRB Jawa Tengah masih di bawah Jawa Timur (Rp 337,66 triliun) dan Jawa Barat (Rp 237,63 triliun). Secara nasional, Jawa Tengah berada di peringkat ke-5.
Kenaikan nilai PDRB pada tahun 2024 sebesar Rp 12,49 triliun lebih rendah dibandingkan kenaikan pada tahun 2023 yang mencapai Rp 12,89 triliun. Walaupun begitu, nilai PDRB tahun 2024 tetap menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang mengindikasikan sektor ini masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Jawa Tengah.
Peringkat Jawa Tengah di tingkat pulau mengalami penurunan, dari peringkat 2 menjadi peringkat 3. Penurunan ini menunjukkan bahwa provinsi lain di Pulau Jawa mengalami pertumbuhan sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang lebih signifikan dibandingkan Jawa Tengah pada tahun 2024.
Jawa Timur
Jawa Timur menduduki peringkat pertama di Pulau Jawa dengan nilai PDRB mencapai Rp 337,66 triliun, mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,55%. Meskipun pertumbuhan ini tidak setinggi beberapa tahun sebelumnya, nilai PDRB Jawa Timur tetap yang tertinggi di pulau Jawa. Posisi ini menunjukan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Jawa Timur tetap menjadi tulang punggung perekonomian daerah tersebut.
(Baca: Jumlah Akomodasi Hotel Nonberbintang Periode 2013-2025)
Riau
Riau menempati peringkat kedua di Pulau Sumatera dengan nilai PDRB sebesar Rp 301,63 triliun. Pertumbuhan Riau mencapai 11,74%, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam sektor ini. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Riau mengalami perkembangan yang sangat pesat, mengungguli banyak daerah lain di Sumatera. Hal ini bisa menjadi pertanda baik bagi diversifikasi ekonomi di Riau, di luar sektor migas.
Sumatera Utara
Sumatera Utara menduduki peringkat ketiga di Pulau Sumatera dengan nilai PDRB sebesar Rp 280,26 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 13,03%. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup baik dalam sektor ini, meskipun masih di bawah Riau. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan di Sumatera Utara terus menunjukkan potensi yang signifikan dalam mendukung perekonomian daerah, dan menjadi salah satu sektor yang menjanjikan di wilayah tersebut.
Jawa Barat
Jawa Barat menempati peringkat kedua di Pulau Jawa dengan nilai PDRB sebesar Rp 237,63 triliun, mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,21%. Angka ini menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu kontributor utama dalam sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Indonesia, meskipun pertumbuhan ini masih di bawah Jawa Timur. Posisi Jawa Barat menunjukkan bahwa sektor ini tetap memiliki peran penting dalam perekonomian provinsi tersebut, dan perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Jawa Tengah
Jawa Tengah berada di peringkat ke-3 di Pulau Jawa dengan nilai PDRB Rp 236,88 triliun dan mencatatkan pertumbuhan 5.57%. Posisinya ini menunjukkan bahwa meskipun ada pertumbuhan, Jawa Tengah perlu berupaya lebih keras untuk meningkatkan kontribusinya di sektor ini dibandingkan dengan provinsi lain di Jawa. Meskipun demikian, Jawa Tengah tetap menjadi salah satu pemain penting dalam sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di tingkat nasional.