Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai Kredit Pemilikan Rumah untuk sektor rumah tangga di Provinsi Bengkulu per Juni 2026 mencapai 3163,26 Rp miliar. Angka ini merupakan nilai tertinggi sepanjang catatan historis yang dimulai sejak Maret 2015. Secara berurutan, data menunjukkan tren kenaikan konsisten selama 11 tahun dengan total pertumbuhan mencapai 170,77 persen sejak periode pertama tercatat.
(Baca: Harga Timah Turun Menjadi US$54.325 per Ton per Senin, 05 Oktober 2026)
Rata-rata pertumbuhan kredit selama 3 bulan terakhir tercatat 0,41 persen, angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata 5 bulan terakhir yang hanya 0,38 persen. Dari seluruh 136 periode pencatatan, sebanyak 111 bulan mengalami kenaikan nilai, 23 bulan penurunan dan hanya 1 bulan tercatat stagnan. Anomali penurunan terbesar pernah tercatat pada September 2024 dengan penurunan sebesar 132,36 Rp miliar, sebelum kemudian kembali naik stabil hingga periode terbaru.
Posisi nilai KPR Bengkulu saat ini berada di atas rata-rata historis keseluruhan. Dalam wilayah Pulau Sumatera, posisi Bengkulu berada pada peringkat ke 8 untuk periode Juni 2026. Secara nasional, provinsi ini menempati urutan ke 25 dari seluruh provinsi di Indonesia. Pertumbuhan kredit per Juni 2026 tercatat 0,77 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta menduduki peringkat 22 secara nasional dengan nilai KPR periode terbaru mencapai 5240,89 Rp miliar. Pertumbuhan kredit bulan ini tercatat 0,33 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai ini hampir dua kali lipat nilai KPR Bengkulu, dengan selisih kenaikan bulanan sebesar 17,09 Rp miliar. Secara tren, pertumbuhan KPR di wilayah ini berjalan lebih stabil dibandingkan wilayah lain dalam grup perbandingan, dengan jarak peringkat 3 tingkat di atas Bengkulu pada daftar nasional.
Papua
Provinsi Papua menempati urutan 23 nasional dengan total nilai KPR periode terbaru sebesar 4950,28 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 0,79 persen pada bulan terakhir, angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan DI Yogyakarta. Peringkat Papua berada satu tingkat di atas Bengkulu secara nasional, dengan selisih total nilai mencapai 1787,02 Rp miliar lebih tinggi dibandingkan nilai KPR Bengkulu periode Juni 2026.
Sulawesi Tengah
(Baca: Desember 2024, Rata - Rata Upah di Gorontalo Rp.15.027 per Jam)
Sulawesi Tengah berada pada peringkat 24 secara nasional dengan nilai KPR mencapai 4486,11 Rp miliar. Pertumbuhan kredit wilayah ini tercatat 1,65 persen pada bulan terakhir, menjadi pertumbuhan tertinggi di antara seluruh provinsi dalam daftar perbandingan. Kenaikan nilai per bulan mencapai 72,89 Rp miliar, angka ini hampir 3 kali lipat kenaikan bulanan yang dicatatkan oleh Provinsi Bengkulu pada periode yang sama.
Aceh
Aceh menduduki peringkat 9 di wilayah Sumatera dan peringkat 26 secara nasional, dengan total nilai KPR periode terbaru sebesar 3127,33 Rp miliar. Nilai ini sangat dekat dengan nilai KPR Bengkulu, hanya berbeda sekitar 35,93 Rp miliar saja. Pertumbuhan kredit Aceh pada bulan terakhir tercatat 0,84 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Bengkulu pada periode Juni 2026.
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung menempati urutan 10 di wilayah Sumatera dan peringkat 27 nasional dengan nilai KPR mencapai 3122,93 Rp miliar. Pertumbuhan kredit wilayah ini tercatat 0,49 persen pada bulan terakhir, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata 3 bulan terakhir Bengkulu. Secara nilai, Kepulauan Bangka Belitung hanya terpaut 40,33 Rp miliar di bawah nilai KPR Bengkulu periode Juni 2026.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur berada pada peringkat 28 secara nasional dengan total nilai KPR periode terbaru sebesar 1867,39 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 0,57 persen pada bulan terakhir, dengan kenaikan nilai sebesar 10,65 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya. Dari seluruh daftar perbandingan, Nusa Tenggara Timur merupakan satu-satunya wilayah yang memiliki nilai KPR di bawah nilai total KPR Provinsi Bengkulu.