Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data PDRB ADHB Sektor Pengadaan Listrik dan Gas Provinsi Papua Pegunungan hingga akhir tahun 2025 sebesar 8,35 Rp miliar. Dari catatan historis tiga tahun terakhir, sektor ini mencatat pertumbuhan 4,11 persen pada tahun 2024 sebelum mengalami penurunan sebesar 0,12 persen pada tahun 2025. Puncak nilai tertinggi sektor ini terjadi pada tahun 2024 dengan nilai 8,36 Rp miliar, sementara nilai terendah tercatat pada tahun 2023 sebesar 8,03 Rp miliar. Seluruh periode pencatatan, sektor ini memiliki rata-rata nilai sebesar 8,25 Rp miliar, di mana nilai tahun 2025 masih berada di atas angka rata-rata tersebut.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Selatan 2025)
Sepanjang tiga tahun pencatatan, total perubahan nilai sektor ini mencapai 3,99 persen dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 1,97 persen. Posisi peringkat Provinsi Papua Pegunungan untuk sektor ini secara konsisten berada di urutan 6 dari seluruh provinsi di Pulau Papua, serta menempati urutan 38 secara nasional selama tiga tahun berturut-turut. Tidak terjadi perubahan posisi peringkat baik di tingkat pulau maupun nasional sepanjang periode pengamatan data.
Nilai sektor pengadaan listrik dan gas Papua Pegunungan tahun 2025 berada di bawah nilai tiga provinsi pembanding yang tercatat. Papua Selatan sebagai satu-satunya provinsi lain di Pulau Papua yang menjadi pembanding mencatat nilai sektor ini sebesar 13,7 Rp miliar pada tahun 2025, dengan pertumbuhan tahunan 4,58 persen. Sementara itu Gorontalo mencatat 27,75 Rp miliar dan Sulawesi Barat 27,43 Rp miliar untuk nilai sektor yang sama pada periode yang sama.
Gorontalo
Provinsi Gorontalo menempati urutan 35 secara nasional dan urutan 5 di Pulau Sulawesi untuk sektor pengadaan listrik dan gas pada tahun 2025. Nilai PDRB sektor ini di Gorontalo tercatat 27,75 Rp miliar, tumbuh sebesar 6,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan selisih kenaikan nilai sebesar 1,68 Rp miliar. Nilai ini hampir 3,3 kali lipat lebih besar dibandingkan nilai yang dicatatkan oleh Provinsi Papua Pegunungan pada periode yang sama. Selama tiga tahun terakhir, posisi peringkat Gorontalo sempat turun satu tingkatan sebelum kembali naik ke posisi 5 di tingkat pulau pada tahun terakhir.
(Baca: Inflasi Tahunan Kota Tangerang September 2026 2,51%, Rekreasi, Olahraga Dan Budaya Jadi Pendorong)
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat mencatat nilai PDRB sektor pengadaan listrik dan gas sebesar 27,43 Rp miliar pada tahun 2025, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 7,74 persen. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi dibandingkan seluruh provinsi pembanding lainnya, dengan selisih kenaikan nilai tahunan mencapai 1,97 Rp miliar. Secara peringkat, provinsi ini menempati urutan 36 secara nasional dan urutan 6 di wilayah Pulau Sulawesi. Nilai sektor di Sulawesi Barat juga tercatat lebih dari 3 kali lipat nilai yang dimiliki Papua Pegunungan pada tahun 2025.
Papua Selatan
Sebagai satu-satunya provinsi tetangga di Pulau Papua yang menjadi pembanding, Papua Selatan mencatat nilai PDRB sektor pengadaan listrik dan gas sebesar 13,7 Rp miliar pada tahun 2025. Wilayah ini menempati urutan 37 secara nasional dan urutan 5 di dalam Pulau Papua, satu tingkatan di atas posisi Papua Pegunungan. Pertumbuhan tahunan sektor ini di Papua Selatan mencapai 4,58 persen, dengan kenaikan nilai sebesar 0,6 Rp miliar dibandingkan tahun 2024. Nilai yang dicapai Papua Selatan tercatat 1,64 kali lebih besar dibandingkan capaian nilai Papua Pegunungan pada tahun yang sama.