GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 10.218 kasus per Jumat, 15 April 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih 163 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 4,47 persen.
(Baca: Kasus Covid-19 Bertambah 833 Kasus (Kamis, 14/4))
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Thailand sebanyak 8.465 kasus.
Berikutnya adalah Malaysia yang mencatatkan jumlah kasus Omicron 47,5 persen lebih tinggi dibandingkan pekan lalu. Sedangkan untuk data harian, jumlah kasus Omicron di negara ini naik 8,54 persen dibandingkan kemarin.
(Baca: 10 Kabupaten/Kota dengan Jumlah Orang Ditest Covid-19 Terbanyak (Selasa, 12 April 2022))
Kemudian, Singapura dengan jumlah kasus Omicron 4.139 kasus (naik 8,81%), jumlah kasus Omicron di Filipina naik 3,03 persen menjadi 1.496 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dan Vietnam dengan jumlah kasus Omicron 1.355 kasus (naik 14,54%)
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 3,11 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 2,91 juta kasus.