Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Pengeluaran Konsumsi Pemerintah Kabupaten Brebes Jawa Tengah hingga akhir tahun 2025 mencapai 1.892.950 juta rupiah. Sepanjang 16 tahun periode 2010-2025, nilai ini menunjukkan tren naik dengan total peningkatan sebesar 37,57% atau rata-rata pertumbuhan tahunan tetap sebesar 2,15%. Tercatat hanya terjadi dua kali penurunan nilai yaitu pada tahun 2017 turun 0,63% dan tahun 2020 turun 2,97%.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Nganjuk | 2025)
Kenaikan tertinggi sepanjang catatan historis terjadi pada tahun 2024 dengan pertumbuhan 4,32%, sementara penurunan terdalam tercatat pada tahun 2020. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 3,12%, angka ini lebih baik dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir yang hanya tercatat 2,04% serta lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan seluruh periode sebesar 2,17%. Pada tahun 2025, posisi Kabupaten Brebes berada di peringkat 46 dari seluruh kabupaten/kota di Pulau Jawa dan peringkat 88 secara nasional.
Sepanjang 5 tahun terakhir, peringkat Kabupaten Brebes di level Pulau Jawa hanya bergerak di kisaran 46 hingga 48, tanpa peningkatan signifikan secara relatif terhadap wilayah lain. Nilai konsumsi pemerintah tahun 2025 juga tercatat berada di atas rata-rata nilai seluruh periode historis daerah ini. Selama periode pengamatan, terdapat 13 tahun mengalami kenaikan nilai dan hanya 2 tahun mengalami penurunan, tanpa ada periode stagnan sama sekali.
Kabupaten Majalengka
Kabupaten Majalengka tercatat memiliki nilai PDRB ADHK Konsumsi Pemerintah tahun 2025 sebesar 1.891.070 juta rupiah, menempati peringkat 47 di Pulau Jawa dan peringkat 89 secara nasional. Wilayah ini mengalami pertumbuhan negatif turun 1,25% pada tahun terakhir, menjadi satu-satunya wilayah di Pulau Jawa dalam daftar perbandingan yang mengalami kontraksi pertumbuhan. Nilai daerah ini sedikit lebih rendah dibandingkan Kabupaten Brebes dengan selisih sekitar 1.880 juta rupiah.
Kota Depok
Kota Depok mencatat nilai konsumsi pemerintah tahun terakhir sebesar 1.876.570 juta rupiah, berada di peringkat 48 seluruh kabupaten/kota di Pulau Jawa dan peringkat 90 tingkat nasional. Meskipun menempati urutan terbawah di Pulau Jawa pada daftar ini, Kota Depok justru mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,55% pada tahun terakhir. Angka pertumbuhan ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan daerah lain dalam daftar perbandingan bahkan tiga kali lipat rata-rata pertumbuhan Kabupaten Brebes tahun 2025.
(Baca: Harga Makanan, Minuman dan Tembakau di Kota Kendari Bulan Juli Turun 0,79%)
Kota Mataram
Kota Mataram yang berada di wilayah Nusa Tenggara dan Bali tercatat memiliki nilai 1.918.080 juta rupiah, menempati peringkat 6 di pulau nya dan peringkat 85 secara nasional. Wilayah ini mengalami pertumbuhan sedikit negatif turun 0,19% pada tahun terakhir. Nilai konsumsi pemerintah Kota Mataram lebih tinggi sekitar 25.130 juta rupiah dibandingkan nilai Kabupaten Brebes tahun 2025, dengan peringkat nasional 3 tingkat lebih tinggi dari Brebes.
Kabupaten Bengkalis
Kabupaten Bengkalis wilayah Sumatera mencatat nilai konsumsi pemerintah tahun 2025 sebesar 1.908.550 juta rupiah, berada di peringkat 16 di Pulau Sumatera dan peringkat 86 secara nasional. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 1,88% pada tahun terakhir. Nilai daerah ini lebih tinggi sekitar 15.600 juta rupiah dibandingkan Kabupaten Brebes, dengan peringkat nasional dua tingkat di atas Brebes.
Kota Batam
Kota Batam mencatat nilai konsumsi pemerintah tahun terakhir sebesar 1.893.730 juta rupiah, menempati peringkat 17 di Pulau Sumatera dan peringkat 87 tingkat nasional. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 6,82% pada tahun terakhir, menjadi pertumbuhan tertinggi kedua setelah Kota Depok dalam daftar perbandingan. Nilai Kota Batam hampir sama persis dengan nilai Kabupaten Brebes, hanya berselisih sekitar 780 juta rupiah saja.
Kabupaten Kampar
Kabupaten Kampar wilayah Sumatera tercatat memiliki nilai konsumsi pemerintah tahun 2025 sebesar 1.871.990 juta rupiah, menempati peringkat 18 di Pulau Sumatera dan peringkat 91 secara nasional. Wilayah ini hanya mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 0,14% pada tahun terakhir, menjadi pertumbuhan terendah secara positif dalam daftar perbandingan. Nilai daerah ini lebih rendah sekitar 20.960 juta rupiah dibandingkan nilai Kabupaten Brebes tahun 2025.