Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada akhir tahun 2025, Sulawesi Tengah memiliki 1546 desa yang sebagian besar keluarga penduduknya menggunakan LPG 3kg sebagai bahan bakar memasak. Sepanjang periode pencatatan 2018 hingga 2025, data menunjukkan tren kenaikan konsisten tanpa pernah terjadi penurunan satu periode pun. Total peningkatan selama 7 tahun mencapai 44,89 persen, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 7,7 persen. Pada tahun 2025 terjadi kenaikan sebesar 117 desa dibandingkan tahun sebelumnya, atau setara pertumbuhan 8,19 persen.
(Baca: Persentase Penduduk Melek Huruf di Kep. Bangka Belitung | 2025)
Pertumbuhan tahun 2025 tercatat lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir yang hanya 3,46 persen, dan juga melampaui rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 7,91 persen. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2019 dengan tambahan 210 desa atau pertumbuhan 19,68 persen, sedangkan kenaikan terendah terjadi pada tahun 2024 yang hanya mencatat penambahan 12 desa. Selama 5 tahun terakhir, peringkat Sulawesi Tengah di lingkungan pulau Sulawesi naik dari peringkat 4 menjadi peringkat 3 dan bertahan sejak tahun 2021.
Peringkat nasional Sulawesi Tengah juga mengalami peningkatan konsisten, dari urutan 17 pada tahun 2018 naik menjadi peringkat 13 secara nasional pada tahun 2025. Untuk lingkup pulau Sulawesi, pada tahun 2025 Sulawesi Tengah berada di atas Sulawesi Tenggara yang menempati peringkat 4 pulau dengan total 1619 desa. Pertumbuhan Sulawesi Tengah tahun 2025 sebesar 8,19 persen juga tercatat lebih tinggi dibanding seluruh provinsi pembanding pada data tercatat.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan menempati peringkat 10 secara nasional pada tahun 2025, dengan total 1992 desa yang sebagian besar penduduknya menggunakan LPG 3kg. Provinsi ini mencatat pertumbuhan sebesar 0,76 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan sebanyak 15 desa dibandingkan periode sebelumnya. Meskipun memiliki jumlah total desa yang lebih tinggi dibanding Sulawesi Tengah, laju pertumbuhan provinsi yang terletak di Pulau Kalimantan ini jauh lebih rendah, bahkan hanya sepersembilan dari laju pertumbuhan Sulawesi Tengah di tahun yang sama.
Riau
Riau berada pada peringkat 11 secara nasional tahun 2025, mencatat total 1858 desa dengan penggunaan LPG 3kg mayoritas keluarga. Provinsi Sumatera ini hanya mengalami penambahan 7 desa pada tahun terakhir, dengan laju pertumbuhan sebesar 0,38 persen. Nilai pertumbuhan ini menjadi salah satu yang terendah diantara seluruh provinsi pembanding, meskipun secara total jumlah desa masih berada di atas catatan Sulawesi Tengah pada periode yang sama.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Papua Tengah 2025: Penurunan Jadi Rp1,46 Juta per Bulan)
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara menempati peringkat 12 nasional dan peringkat 2 di lingkungan Pulau Sulawesi pada tahun 2025, dengan total 1619 desa yang tercatat. Pertumbuhan tahunan provinsi ini mencapai 1,5 persen dengan penambahan 24 desa, menjadi laju pertumbuhan tertinggi diantara kelompok provinsi pembanding namun masih jauh di bawah capaian Sulawesi Tengah. Secara peringkat pulau, Sulawesi Tenggara masih berada satu tingkat di atas Sulawesi Tengah.
Jambi
Jambi tercatat pada peringkat 14 secara nasional tahun 2025, dengan total 1539 desa yang sebagian besar keluarga menggunakan LPG 3kg untuk memasak. Provinsi Sumatera ini mengalami pertumbuhan sebesar 1,45 persen dengan penambahan 22 desa pada periode terakhir. Total jumlah desa Jambi hanya terpaut selisih 7 desa di atas catatan Sulawesi Tengah, dengan selisih laju pertumbuhan hampir 7 persen dibanding capaian Sulawesi Tengah tahun 2025.
Bengkulu
Bengkulu menempati peringkat 15 nasional tahun 2025, mencatat 1508 desa dengan mayoritas pengguna LPG 3kg. Pertumbuhan provinsi ini hanya sebesar 0,47 persen dengan penambahan 7 desa pada tahun terakhir. Untuk pertama kalinya dalam periode pencatatan, total jumlah desa Bengkulu berhasil dilewati oleh Sulawesi Tengah pada tahun 2025, setelah selama bertahun-tahun selalu berada di atas peringkat Sulawesi Tengah.
Banten
Banten berada pada peringkat 16 secara nasional tahun 2025, dengan total 1438 desa yang tercatat menggunakan LPG 3kg secara mayoritas keluarga. Provinsi Jawa ini mencatat pertumbuhan sebesar 3,08 persen dengan penambahan 43 desa pada tahun terakhir, menjadi satu-satunya provinsi pembanding yang memiliki laju pertumbuhan di atas 1 persen selain Sulawesi Tengah. Secara total jumlah desa, Banten berada 108 desa di bawah catatan Sulawesi Tengah tahun 2025.