Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB ADHK Sektor Angkutan Darat DKI Jakarta hingga akhir tahun 2025 sebesar 47.004,26 Rp miliar. Sepanjang periode 2010 sampai 2025, sektor ini mencatat tren naik konsisten, hanya mengalami satu kali penurunan pada tahun 2020. Pada tahun 2025, sektor angkutan darat ibu kota tumbuh sebesar 10,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Statistik NPL Bank Umum Lapangan Usaha Perantara Keuangan Periode 2015-2026)
Selama 16 tahun periode pencatatan, rata-rata pertumbuhan tahunan sektor ini mencapai 8,49 persen. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat 10,36 persen, angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata seluruh periode namun lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang mencapai 11,67 persen. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 16,52 persen, sedangkan satu-satunya penurunan terjadi tahun 2020 turun 5,51 persen.
Posisi ranking DKI Jakarta di Pulau Jawa naik dari peringkat 3 menjadi peringkat 2 sejak tahun 2020, dan posisi ini tetap dipertahankan hingga tahun 2025. Secara nasional, DKI Jakarta juga menempati urutan kedua se-Indonesia untuk nilai PDRB sektor angkutan darat tahun 2025. Hanya Jawa Barat yang berhasil mencatat nilai lebih tinggi dibandingkan ibu kota pada periode terakhir.
Pada tahun 2025, pertumbuhan DKI Jakarta berada di tengah dibandingkan provinsi lain di daftar teratas nasional. Sektor ini mencatat kenaikan nilai absolut sebesar 4.301,73 Rp miliar, angka kenaikan ini hanya kalah dibandingkan kenaikan absolut yang dicatatkan oleh Jawa Barat pada tahun yang sama. Selama 5 tahun terakhir, tidak ada pergeseran peringkat 5 besar nasional untuk indikator ini.
Anomali penurunan hanya terjadi satu kali pada tahun 2020, setelah itu sektor ini kembali tumbuh diatas rata-rata historis setiap tahunnya. Nilai PDRB tahun 2025 tercatat berada diatas nilai rata-rata seluruh periode pencatatan, dengan total peningkatan nilai sebesar 235,24 persen sejak pertama kali dicatat pada tahun 2010.
Jawa Barat
Jawa Barat menempati peringkat pertama baik di Pulau Jawa maupun secara nasional untuk PDRB ADHK sektor angkutan darat tahun 2025, dengan nilai total mencapai 99.992,16 Rp miliar. Tahun lalu provinsi ini mencatat pertumbuhan sebesar 12,22 persen, angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding DKI Jakarta. Nilai total PDRB sektor ini di Jawa Barat bahkan lebih dari dua kali lipat nilai yang dicatatkan oleh DKI Jakarta pada periode yang sama, dengan selisih nilai mencapai lebih dari 52 ribu Rp miliar.
(Baca: Statistik Nilai Transaksi Periode 2015-2025)
DKI Jakarta
Pada posisi kedua nasional dan kedua di Pulau Jawa, DKI Jakarta memiliki nilai PDRB sektor angkutan darat sebesar 47.004,26 Rp miliar pada akhir 2025. Pertumbuhan tahun 2025 tercatat 10,07 persen, dengan kenaikan nilai absolut sebesar 4.301,73 Rp miliar dibandingkan tahun 2024. Posisi peringkat ini sudah dipertahankan secara konsisten oleh DKI Jakarta selama 6 tahun berturut-turut sejak tahun 2020, setelah sebelumnya bertahan di peringkat 3 selama satu dekade.
Jawa Tengah
Jawa Tengah menempati urutan ketiga secara nasional dan ketiga di Pulau Jawa dengan nilai PDRB sektor angkutan darat tahun 2025 sebesar 42.114,62 Rp miliar. Pertumbuhan tahunan provinsi ini tercatat 6,98 persen, menjadi pertumbuhan terendah diantara empat provinsi besar di Pulau Jawa pada periode yang sama. Selisih nilai antara Jawa Tengah dengan DKI Jakarta tercatat sekitar 4.889,64 Rp miliar pada tahun 2025, dengan jarak peringkat yang semakin melebar dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Jawa Timur
Peringkat keempat nasional dan keempat di Pulau Jawa ditempati oleh Jawa Timur dengan nilai PDRB sektor angkutan darat sebesar 29.527,47 Rp miliar tahun 2025. Meskipun berada di peringkat bawah di Pulau Jawa, provinsi ini mencatat pertumbuhan sebesar 9,21 persen, angka ini sedikit lebih rendah dibanding pertumbuhan DKI Jakarta namun masih di atas pertumbuhan Jawa Tengah. Kenaikan nilai absolut tahun 2025 di Jawa Timur tercatat sebesar 2.490,97 Rp miliar.
Sumatera Utara
Sumatera Utara menjadi satu-satunya provinsi di luar Pulau Jawa yang masuk dalam lima besar nasional untuk indikator ini, dengan nilai PDRB sektor angkutan darat sebesar 17.985,81 Rp miliar tahun 2025. Provinsi ini mencatat pertumbuhan sebesar 10,93 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi diantara lima provinsi teratas nasional pada periode 2025. Sumatera Utara juga menempati peringkat pertama untuk seluruh wilayah di Pulau Sumatera, dengan nilai lebih dari dua kali lipat provinsi terbesar kedua di pulau tersebut.