Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data triwulanan PDRB ADHB sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang untuk Provinsi Sulawesi Selatan per Triwulan I 2026 sebesar 173,98 Rp miliar. Selama 65 periode pengamatan sejak Maret 2010, nilai ini merupakan rekor tertinggi yang pernah tercatat, meningkat total 208,09% dari nilai awal periode sebesar 56,47 Rp miliar. Tren nilai secara keseluruhan menunjukkan pola naik konsisten, dengan 47 periode tercatat mengalami kenaikan nilai, hanya 17 periode mengalami penurunan dan tidak ada periode stagnan.
(Baca: Harga Pakaian dan Alas Kaki di Kabupaten Wajo Bulan Juli Naik 0,42%)
Berdasarkan data historis, pertumbuhan rata-rata seluruh periode mencapai 1,84% per kuartal. Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir sebesar 1,48%, sedikit lebih rendah dibanding rata-rata 4 kuartal terakhir 2,08% maupun rata-rata 5 kuartal terakhir 1,65%. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah tercatat pada Kuartal II 2024 dengan penambahan nilai 13,32 Rp miliar, sementara penurunan terbesar terjadi pada Kuartal I 2025 dengan pengurangan nilai 15,06 Rp miliar.
Sepanjang seluruh periode pengamatan, Sulawesi Selatan secara konsisten menempati peringkat pertama tertinggi nilai sektor ini di seluruh wilayah Pulau Sulawesi. Untuk posisi nasional pada kuartal terakhir, provinsi ini menempati urutan ke 8 dari seluruh provinsi di Indonesia. Nilai per kuartal terakhir juga tercatat berada di atas rata-rata nilai seluruh periode yang mencapai 114,19 Rp miliar.
DKI Jakarta
DKI Jakarta menempati urutan ke 5 nasional untuk nilai sektor ini pada kuartal terakhir, dengan nilai tercatat 272,53 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan negatif turun 2,34% pada periode terakhir, dengan penurunan nilai sebesar 6,52 Rp miliar dibanding kuartal sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan, nilai DKI Jakarta masih 56,6% lebih tinggi dibanding nilai Sulawesi Selatan pada periode yang sama, dan menempati urutan ke 4 di wilayah Pulau Jawa.
Sumatera Utara
Sumatera Utara tercatat memiliki nilai sektor pengelolaan sampah sebesar 266,12 Rp miliar pada kuartal terakhir, menempati peringkat ke 6 nasional dan peringkat pertama tertinggi di seluruh Pulau Sumatera. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 5,64% pada periode terakhir, dengan pengurangan nilai mencapai 15,92 Rp miliar dibanding periode sebelumnya. Nilai Sumatera Utara masih berada 52,9% di atas nilai Sulawesi Selatan pada kuartal yang sama.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sumatera Selatan | 2024)
Banten
Banten mencatat nilai sektor ini sebesar 187,34 Rp miliar pada kuartal terakhir, menempati urutan ke 7 secara nasional dan peringkat ke 5 di wilayah Pulau Jawa. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 5,26% dengan pengurangan nilai 10,4 Rp miliar dibanding kuartal sebelumnya. Nilai Banten hanya terpaut 7,7% di atas nilai Sulawesi Selatan pada periode yang sama, menjadikan kedua provinsi ini memiliki nilai yang sangat berdekatan pada kuartal terakhir.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan mencatat nilai 173,81 Rp miliar pada kuartal terakhir, menempati peringkat ke 9 nasional dan peringkat ke 2 di wilayah Pulau Sumatera. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 1,47% dengan penambahan nilai 2,52 Rp miliar dibanding periode sebelumnya. Nilai Sumatera Selatan hampir sama persis dengan nilai Sulawesi Selatan, hanya terpaut selisih 0,17 Rp miliar saja pada kuartal yang sama.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur tercatat memiliki nilai sektor ini sebesar 141,18 Rp miliar pada kuartal terakhir, menempati peringkat ke 10 secara nasional dan peringkat ke 2 di seluruh Pulau Kalimantan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif 1,99% dengan penambahan nilai 2,76 Rp miliar dibanding kuartal sebelumnya. Nilai Kalimantan Timur tercatat 18,9% lebih rendah dibanding nilai Sulawesi Selatan pada periode yang sama.
Bali
Bali mencatat nilai sektor pengadaan air dan pengelolaan sampah sebesar 127,66 Rp miliar pada kuartal terakhir, menempati peringkat ke 11 nasional dan peringkat pertama tertinggi di wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 3,08% dengan penambahan nilai 3,81 Rp miliar dibanding kuartal sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi dibanding seluruh provinsi lain dalam daftar perbandingan.