Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah hotel di Provinsi DI Yogyakarta pada akhir tahun 2025 sebesar 618 unit. Pada tahun ini terjadi penurunan sebesar 13 unit atau pertumbuhan negatif 2,06 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatatkan jumlah hotel tertinggi sepanjang sejarah data yaitu 631 unit. Secara keseluruhan sejak 2014, tren jumlah hotel di wilayah ini tercatat naik dengan total peningkatan 69,78 persen dari nilai awal 364 unit.
(Baca: 27,35% Penduduk di Kabupaten Yalimo Masuk Kategori Miskin)
Sepanjang 7 periode data yang tercatat, kenaikan tertinggi jumlah hotel terjadi pada tahun 2018 dengan penambahan 121 unit atau pertumbuhan 33,24 persen. Penurunan hanya terjadi satu kali yaitu pada tahun 2025 ini. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat 5,53 persen, angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang sebesar 5,06 persen. Penurunan pada 2025 menjadi anomali setelah 5 tahun berturut-turut mengalami pertumbuhan positif.
Untuk posisi peringkat di Pulau Jawa, DI Yogyakarta tetap berada di urutan ke-4 pada tahun 2025, posisi yang sama sejak tahun 2021. Secara nasional, peringkat DI Yogyakarta turun satu peringkat dari urutan ke-5 pada 2024 menjadi urutan ke-6 se-Indonesia di tahun 2025. Nilai jumlah hotel 618 unit pada 2025 masih berada di atas nilai rata-rata seluruh periode yang tercatat sebesar 531,29 unit.
Jawa Barat
Jawa Barat menempati urutan ke-2 se-Pulau Jawa dan urutan ke-3 secara nasional untuk jumlah hotel tahun 2025 dengan total 1583 unit. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 3,87 persen dengan penambahan 59 unit dibanding tahun sebelumnya. Jumlah hotel di Jawa Barat lebih dari 2,5 kali lipat dibandingkan jumlah hotel yang dimiliki DI Yogyakarta pada periode yang sama. Pertumbuhan yang tercatat menunjukkan stabilitas penambahan akomodasi setiap tahunnya di wilayah ini.
Jawa Timur
Jawa Timur berada pada peringkat ke-3 Pulau Jawa dan peringkat ke-4 nasional dengan total 1269 unit hotel pada tahun 2025. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 5,14 persen atau penambahan 62 unit hotel, angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan Jawa Barat pada tahun yang sama. Total jumlah hotel di Jawa Timur mencapai dua kali lipat lebih banyak dibandingkan catatan jumlah hotel DI Yogyakarta tahun 2025.
Sumatera Utara
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur 2025: Kenaikan Jadi Rp1,18 Juta per Bulan)
Sumatera Utara menempati urutan pertama di Pulau Sumatera dan urutan ke-5 secara nasional dengan jumlah 645 unit hotel tahun 2025. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 2,54 persen dengan penambahan 16 unit dibanding tahun sebelumnya. Nilai jumlah hotel Sumatera Utara hanya terpaut 27 unit lebih banyak dibandingkan DI Yogyakarta, dan menjadi provinsi yang berada tepat di atas peringkat DI Yogyakarta secara nasional.
DKI Jakarta
DKI Jakarta berada pada peringkat ke-5 di Pulau Jawa dan peringkat ke-7 nasional dengan total 603 unit hotel pada tahun 2025. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 5,6 persen atau penambahan 32 unit dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah hotel di DKI Jakarta tercatat 15 unit lebih sedikit dibandingkan catatan DI Yogyakarta, dan menjadi provinsi yang berada tepat di bawah peringkat DI Yogyakarta secara nasional tahun 2025.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat menempati urutan ke-2 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta urutan ke-8 secara nasional dengan jumlah 518 unit hotel tahun 2025. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 4,86 persen dengan penambahan 24 unit dibanding tahun sebelumnya. Nilai jumlah hotel Nusa Tenggara Barat tercatat 100 unit lebih sedikit dibandingkan catatan jumlah hotel DI Yogyakarta pada periode tahun yang sama.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur berada pada peringkat ke-3 wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat ke-9 nasional dengan total 412 unit hotel pada tahun 2025. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 1,98 persen atau penambahan 8 unit dibandingkan tahun sebelumnya. Total jumlah hotel di Nusa Tenggara Timur tercatat 206 unit lebih sedikit dibandingkan catatan jumlah hotel DI Yogyakarta pada akhir tahun 2025.