Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, terdapat 58 kabupaten/kota dengan penggunaan rawat inap aglomerasi mingguan di atas rata-rata nasional yang saat ini tercatat 1,54 pasien per 100 ribu penduduk/minggu data per Senin, 01 Agustus 2022.
(Baca: 10 Negara dengan Kasus Omicron Terbanyak di Dunia (Selasa, 02 Agustus 2022))
Penggunaan rawat inap lima kabupaten/kota teratas dengan angka lebih dari 5,27 pasien per 100 ribu penduduk/minggu, yaitu kota Palangkaraya, Barito Timur, Tabalong, Bangli dan Badung dengan masing-masing nilai 7,78 pasien per 100 ribu penduduk/minggu, 7,02 pasien per 100 ribu penduduk/minggu, 5,76 pasien per 100 ribu penduduk/minggu, 5,27 pasien per 100 ribu penduduk/minggu dan 5,27 pasien per 100 ribu penduduk/minggu.
Rekapitulasi data Covid nasional dari Kementerian Kesehatan memperlihatkan, penggunaan rawat inap sebagian besar kabupaten/kota di luar pulau Jawa terjadi peningkatan. Kondisi penggunaan rawat inap harian dengan angka lebih tinggi dari sebelumnya tercatat di 29 kabupaten/kota dan 16 kabupaten/kota mencatatkan penggunaan rawat inap lebih rendah.
(Baca: Daftar Kabupaten/Kota dengan Tracing Aglomerasi Mingguan Tertinggi di Jawa Barat (Senin, 01 Agustus 2022))
Wilayah di luar Jawa dengan nilai penggunaan rawat inap tertinggi beberapa di antaranya adalah kota Palangkaraya, Barito Timur dan Tabalong dengan masing-masing penggunaan rawat inap yakni 7,78 pasien per 100 ribu penduduk/minggu, 7,02 pasien per 100 ribu penduduk/minggu dan 5,76 pasien per 100 ribu penduduk/minggu.
Meski penularan Covid-19 di sebagian wilayah telah turun, pemerintah mengimbau agar semua orang ikut mengurangi transmisi Covid-19 dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, serta sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Tak berkerumun dan mengurangi mobilitas turut berkontribusi menekan laju penularan virus corona.