Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data triwulanan PDRB ADHB sektor Transportasi dan Pergudangan Jawa Timur per 31 Maret 2026 mencapai 37.035,41 Rp miliar. Nilai ini merupakan rekor tertinggi sepanjang catatan historis sejak kuartal pertama 2010, dengan peningkatan sebesar 810,89 Rp miliar atau tumbuh 2,24% dibandingkan kuartal sebelumnya. Tren data selama 16 tahun menunjukkan pola kenaikan konsisten, dengan total peningkatan sebesar 481,35% dari nilai awal periode pencatatan.
(Baca: Jumlah Panjang Jalan Nasional Tertinggi Ada di Papua pada 2024)
Selama periode pencatatan, pertumbuhan tertinggi sebesar 24,02% tercatat pada kuartal pertama 2022, sedangkan penurunan terdalam turun 31,27% terjadi pada kuartal kedua 2020 sebagai anomali akibat kontraksi aktivitas logistik nasional. Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir sebesar 0,84% menunjukkan perlambatan dibandingkan rata-rata 5 kuartal terakhir yang mencapai 1,49%, maupun rata-rata seluruh periode sebesar 3,05%. Sepanjang 65 periode pencatatan, nilai mengalami kenaikan pada 53 periode dan penurunan pada 11 periode.
Pada kuartal pertama 2026, Jawa Timur menempati peringkat ke-3 di wilayah Pulau Jawa dan peringkat ke-3 secara nasional untuk nilai PDRB sektor ini. Posisi peringkat ini tidak berubah sejak awal periode pencatatan tahun 2010. Nilai Jawa Timur berada di bawah Jawa Barat yang menempati urutan pertama dengan nilai 54.674,67 Rp miliar serta DKI Jakarta di urutan kedua dengan 48.714,70 Rp miliar. Di bawah Jawa Timur secara berurutan terdapat Banten dan Jawa Tengah.
Pertumbuhan 2,24% yang dicapai Jawa Timur pada kuartal terakhir menempati urutan ketiga diantara 5 provinsi di Pulau Jawa. Pertumbuhan tertinggi di pulau ini dicatatkan Banten dengan 4,38%, disusul Jawa Barat 3,67%, Jawa Tengah 3,28% dan DKI Jakarta 1,37%. Selisih nilai antara Jawa Timur dengan peringkat kedua DKI Jakarta mencapai 11.679,29 Rp miliar, sedangkan selisih terhadap peringkat keempat Banten sebesar 7.993,55 Rp miliar.
Nilai PDRB sektor ini pada kuartal terakhir Jawa Timur tercatat berada di atas rata-rata keseluruhan periode sebesar 18.444,89 Rp miliar. Selama 5 kuartal terakhir, pertumbuhan mengalami fluktuasi yaitu sempat turun sedikit turun 2,02% pada kuartal keempat 2025 sebelum kembali naik pada dua periode berikutnya. Posisi ranking secara konsisten tidak mengalami pergeseran baik di tingkat pulau maupun nasional selama seluruh periode pengamatan data.
Jawa Barat
Jawa Barat menempati posisi pertama tertinggi seluruh Pulau Jawa dan nasional untuk nilai PDRB Transportasi dan Pergudangan kuartal pertama 2026 dengan total nilai 54.674,67 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,67% dibanding periode sebelumnya, dengan peningkatan absolut sebesar 1.935,95 Rp miliar. Nilai sektor transportasi dan pergudangan di provinsi ini 47,6% lebih tinggi dibandingkan nilai Jawa Timur, dan menjadi satu-satunya wilayah di pulau yang mampu menembus angka 50 ribu Rp miliar untuk indikator ini.
DKI Jakarta
(Baca: Statistik Garis Kemiskinan Non Makanan Perdesaan Periode 2015-2025)
DKI Jakarta berada di urutan kedua nasional dan Pulau Jawa dengan nilai PDRB sektor ini mencapai 48.714,70 Rp miliar pada kuartal terakhir. Ibu Kota negara mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,37% atau peningkatan absolut 657,58 Rp miliar, merupakan angka pertumbuhan terendah diantara seluruh provinsi di Pulau Jawa untuk periode ini. Meskipun pertumbuhan paling rendah, nilai total DKI Jakarta masih lebih tinggi 31,5% dibandingkan nilai yang dicapai Jawa Timur pada periode yang sama.
Jawa Timur
Jawa Timur menempati urutan ketiga di Pulau Jawa dan nasional dengan nilai PDRB Transportasi dan Pergudangan sebesar 37.035,41 Rp miliar per Maret 2026. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan 2,24% dengan peningkatan nilai absolut sebesar 810,89 Rp miliar dari kuartal sebelumnya. Posisi peringkat ini tetap konsisten tidak berubah selama seluruh 16 tahun periode pencatatan data, baik di tingkat pulau maupun tingkat nasional untuk indikator PDRB sektor logistik dan transportasi ini.
Banten
Banten berada di peringkat keempat wilayah Pulau Jawa dan nasional dengan total nilai PDRB sektor Transportasi dan Pergudangan sebesar 29.041,86 Rp miliar pada kuartal pertama 2026. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 4,38% diantara seluruh provinsi di Pulau Jawa, dengan peningkatan nilai absolut mencapai 1.217,48 Rp miliar. Nilai total Banten masih berada 21,6% di bawah nilai yang dicapai Jawa Timur untuk periode pencatatan yang sama.
Jawa Tengah
Jawa Tengah menempati urutan kelima di wilayah Pulau Jawa dan nasional untuk indikator PDRB Transportasi dan Pergudangan dengan nilai total 21.129,12 Rp miliar pada kuartal terakhir. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,28% dengan peningkatan nilai absolut sebesar 670,94 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya. Nilai total sektor logistik dan transportasi di Jawa Tengah mencapai 57% dari total nilai yang berhasil dicatatkan oleh Jawa Timur pada Maret 2026.