Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Regional Bruto atas Dasar Harga Konstan (ADHK) sektor angkutan udara Provinsi Kepulauan Riau tahun 2025 mencapai nilai 1429,72 Rp miliar. Pada tahun ini, sektor mengalami pertumbuhan sebesar 1,24 persen dengan kenaikan nilai sebesar 17,45 Rp miliar dibandingkan tahun 2024. Selama periode 16 tahun pencatatan sejak 2010, nilai PDRB sektor ini pernah mencapai titik tertinggi sebesar 2135 Rp miliar pada tahun 2018, dan titik terendah tercatat pada tahun 2021 dengan nilai 916 Rp miliar.
(Baca: Statistik Nilai PDRB ADHB Pengadaan Air Pengelolaan Sampah Limbah dan Daur Ulang Periode 2013-2026)
Secara tren pertumbuhan, rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir sektor angkutan udara Kepulauan Riau mencapai 4,23 persen, lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang mencapai 9,49 persen. Anomali penurunan drastis terjadi pada tahun 2020 dan 2021, dimana masing-masing mengalami kontraksi sebesar 23,04 persen dan 42,42 persen, sebelum kembali memasuki fase pemulihan kenaikan mulai tahun 2022.
Untuk posisi peringkat tahun 2025, Kepulauan Riau menempati urutan ke 3 dari seluruh provinsi di wilayah Pulau Sumatera, dan berada di peringkat 13 secara nasional. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan dua tahun sebelumnya, dimana sejak tahun 2023 wilayah ini konsisten berada di urutan ketiga di Sumatera untuk kontribusi PDRB sektor angkutan udara. Nilai akhir tahun 2025 tercatat masih berada di bawah rata-rata historis keseluruhan periode yang mencapai 1575,01 Rp miliar.
Jawa Tengah
Jawa Tengah mencatatkan nilai PDRB ADHK sektor angkutan udara sebesar 1611,59 Rp miliar pada periode terakhir, dengan pertumbuhan 3,13 persen. Wilayah ini menempati peringkat 10 secara nasional, menjadi provinsi dengan nilai tertinggi diantara seluruh wilayah yang dibandingkan. Pertumbuhan yang tercatat lebih rendah dibanding rata-rata 3 tahun terakhir Kepulauan Riau, namun nilai absolut tetap lebih tinggi hampir 182 Rp miliar dibanding Kepulauan Riau.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan sebagai wilayah sesama Pulau Sumatera mencatatkan nilai 1535,7 Rp miliar dengan pertumbuhan 5,42 persen. Wilayah ini menempati peringkat 2 di Pulau Sumatera dan peringkat 11 secara nasional, berada satu tingkat diatas Kepulauan Riau baik pada level pulau maupun nasional. Besar pertumbuhan Sumatera Selatan juga tercatat lebih tinggi dibanding pertumbuhan tahun berjalan Kepulauan Riau.
(Baca: Statistik Kredit Bank Umum Lapangan Usaha Listrik, Gas dan Air Periode 2015-2025)
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara mencatatkan nilai PDRB sektor angkutan udara sebesar 1497,12 Rp miliar dengan pertumbuhan tahunan 4,01 persen. Wilayah ini menempati peringkat 12 secara nasional, tepat satu peringkat diatas Kepulauan Riau. Nilai absolut wilayah ini tercatat lebih tinggi sekitar 67,4 Rp miliar dibanding nilai yang dicapai Kepulauan Riau pada tahun yang sama.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara mencatatkan nilai PDRB ADHK sektor angkutan udara sebesar 1391,32 Rp miliar dengan pertumbuhan 3,65 persen. Wilayah ini menempati peringkat 14 secara nasional, berada satu peringkat dibawah Kepulauan Riau. Nilai absolut wilayah ini tercatat sedikit lebih rendah sekitar 38,4 Rp miliar dibanding capaian Kepulauan Riau pada tahun 2025.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat mencatatkan nilai PDRB sektor angkutan udara sebesar 1287,42 Rp miliar dengan pertumbuhan tahunan 4,45 persen. Wilayah ini menempati peringkat 15 secara nasional, dua peringkat dibawah Kepulauan Riau. Meskipun pertumbuhan tahun berjalan tercatat lebih tinggi dibanding Kepulauan Riau, nilai absolut masih lebih rendah sekitar 142,3 Rp miliar.
Bengkulu
Bengkulu sebagai wilayah sesama Pulau Sumatera mencatatkan nilai PDRB sektor angkutan udara sebesar 1050,12 Rp miliar, dengan kontraksi pertumbuhan sebesar 0,91 persen. Wilayah ini menempati peringkat 4 di Pulau Sumatera dan peringkat 16 secara nasional, berada satu tingkat dibawah Kepulauan Riau pada level pulau dan tiga peringkat dibawah secara nasional.